Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Minta Hentikan Perundungan

Pemkab Sidoarjo minta stop bullying dengan sosialisasi pada wali murid

SIDOARJO (KM) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai menerapkan aksi “Stop Bullying” pada Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (5/10).

Upaya tersebut menyusul tingginya kasus perundungan yang telah menjadi isu nasional, serta dorongan Pemerintah Pusat (Bappenas, Kemendikbudristek dan Kemenag RI) untuk mengatasi masalah ketidaksetaraan gender dan perundungan.

Pj. Sekretaris Kabupaten Sidoarjo, Andjar Surjadianto, mengatakan bahwa pihaknya akan terus memastikan penerapan aksi “Stop Bullying” ini di sekolah-sekolah tingkat Dasar/MI yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

“Kami memastikan bahwa program ‘Stop Bullying’ akan senantiasa kami implementasikan sesuai kebutuhan terutama pada sekolah tingkat Dasar,” ucapnya di sela-sela acara monitoring bersama Implementasi Program Inovasi untuk Anak Sekolah (INOVASI) di Kabupaten Sidoarjo bersama dengan Bappenas, Kemendikbudristek dan Kemenag RI, di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.

Andjar menambahkan, program INOVASI ini merupakan bentuk kemitraan pendidikan antara Australia-Indonesia, madrasah dan sekolah di Sidoarjo dan telah memperkuat kemampuannya untuk menyediakan layanan pendidikan yang lebih inklusif dan aman bagi peserta didik.

“Aksi ini juga untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik saat menjalankan proses belajar mengajar di sekolah,” jelasnya.

Ia menjabarkan, aksi “Stop Bullying” dilakukan dengan membentuk satgas, di mana peserta didik yang bertugas agar melaporkan apabila terjadi aksi perundungan di sekolahnya.

“Bukan hanya peserta didik saja, kami juga mengajak dan memberikan edukasi kepada orang tua/wali murid akan bahaya dan pencegahan perundungan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Aninditomo mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas kerja kerasnya dalam menekan angka perundungan di lingkungan SD.

“Saya apresiasi atas INOVASI Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam upaya menekan angka perundungan, diharapkan program ini dapat diterapkan ke seluruh sekolah yang ada di Sidoarjo,” pungkasnya.

Turut hadir Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo; Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Balitbang & Diklat Kemenag RI, Dr. H. Mastuki; Direktur INOVASI, Mark Heyward; serta Konsulat Jenderal Australia Surabaya, Fiona Hoggart.

Reporter : AHF

Editor: red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.