Hasil Pekerjaan Dinilai Tidak Maksimal, Betonisasi di Jejalen Jaya Sudah Terjadi Keretakan

Betonisasi diduga tidak maksimal di Desa Jejalen Jaya Kecamatan Tambun Utara, Bekasi

BEKASI (KM) – Pekerjaan Betonisasi yang berjudul Peningkatan Jalan Lingkungan Rt001/003. Desa Jejalen Jaya Kecamatan Tambun Utara diwaktu pelaksanaan kualitas beton terlihat sangat encer. Sehingga, hasil pekerjaan sudah mengalami keretakan (retak-retak) dan finishing yang tidak maksimal.

Diketahui, kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, melalui Penunjukan Langsung kepada CV. Uky Putra Jaya.

Saat tim media monitoring kelokasi pekerjaan yang sedang proses pelaksanaan, terlihat para pekerja terlalu banyak menambahkan air ke dalam tong mixer (Mobile Molen) sehingga hasil beton yang dituangkan terlihat encer, diduga akan merusak kualitas mutu beton K350 NFA.

Sementara, Hamid selaku Konsultan pengawas, ketika dikonfirmasi mengenai pekerjaan tersebut, dirinya menjawab, pihaknya sebagai konsultan akan melakukan peneguran kepada kontraktor melalui surat teguran, supaya segera diperbaiki,”ucap Hamid, Rabu, (25/10).

Anehnya, waktu di cecer pertanyaan terkait pengawasan, apakah dirinya hadir di waktu pelaksanaan, ia mengatakan, saya ada dilokasi untuk mengawasi cuma sampai jam 11 aja, dikarenakan kegiatan ini loadingnya lama, jadi saya mengawasi ke lokasi pekerjan yang lain.

Terpisah, PPTK Bidang Pemukiman Edi, saat diberikan informasi oleh awak media terkait kegiatan yang sudah mengalami keretakan, hingga saat ini belum menjawab dan tidak merespon via WhatsApp- nya.

Menanggapi hal tersebut, Yanto Purnomo Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) menyayangkan hasil pekerjaan kontraktor Cv. Uky Putra Jaya, diduga pihaknya sengaja mengerjakan proyek tersebut dikerjakan asal jadi.

Kalau kwalitas beton yang datang kelokasi dengan mutu 350 NFA dan memakai slump 12+2, saya rasa kalau tidak di tambahkan air yang begitu banyak cara kerjanya baik pasti hasil finishingnya maksimal,”kata Yanto.

Namun kenyataannya, lanjut Yanto, pihak kontraktor diwaktu pelaksanaan banyak memakai air, sehingga merusak kwalitas mutu beton dan diduga terjadi keretakan pada betonisasi.

“Bagaimana ingin dibilang kontraktor profesional, kalau cara proses pekerjaannya saja seperti itu, yang mengakibatkan hasilnya pekerjaannya pada retak – retak”, ungkap Yanto.

Lebih lanjut, Yanto meminta kepada Dinas khususnya PPTK Bidang Pemukiman, harus bisa memberikan ketegasan kepada kontraktor yang hasil pekerjaannya seperti itu dan melakukan uji Lab beton dari Independen dan mengawalnya sampai keluar hasil.

“Sebelum pembayaran pihak rekanan atau kontraktor harus bisa menunjukan hasil Beton di Lab Independen dan sertifikasi kajian teknis pihak konsultan,” jelasnya Yanto.

Dirinya pun mendesak, PPTK harus turun langsung melihat hasil pekerjaan yang dikerjakan kontraktor CV. Uky Putra Jaya, berlokasi persis di depan Kantor Desa Jejajen Jaya, Kecamatan Tambun Utara. “Lakukan ketegasan jangan hanya duduk manis saja,” pungkasnya.

Reporter: Mon

Editor: red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.