Pengusaha Properti Sidoarjo Ditahan Karena Gadaikan Sertifikat Perumahan

Pengusaha properti Yoyok Tri (54) warga Surabaya ditahan

SIDOARJO (KM) – Seorang pengusaha properti di Sidoarjo bernama Yoyok Tri yang telah ditahan karena menggadaikan sertifikat tanah perumahan atas nama pribadinya. Kasus ini terungkap setelah seorang korban tidak menerima sertifikat tanah yang seharusnya menjadi miliknya setelah melunasi pembayaran rumah di Perumahan Premium Regency, Desa Jumputrejo, Sukodono.

Menurut Kapolres Sidoarjo, Kombes Kusumo perjanjian jual beli antara korban dan tersangka dilakukan pada tanggal 5 Desember 2014 di hadapan seorang notaris.

“Perjanjian tersebut mencakup tanah dan bangunan rumah seluas +/-90 meter persegi, yang merupakan sebagian dari Sertifikat Hak Milik (SHM) induk seluas 4.071 meter persegi. Harga kesepakatan untuk pembelian tersebut adalah 145 Juta dan telah dibayar lunas,” katanya, Senin (18/9).

“Namun, ternyata sebelum perjanjian jual beli tersebut, pada bulan Mei 2014, Yoyok telah mengajukan kredit sebesar Rp 5 miliar ke Bank Muamalat Surabaya dengan jaminan 12 objek, termasuk enam SHM seluas 4.071 meter persegi dan enam petak tanah seluas 1.896 meter persegi. Kemudian, enam SHM tersebut digabungkan menjadi SHM Induk atas nama Yoyok pada tanggal 2 Juli 2014,” jelasnya.

Setelah itu, Yoyok melakukan penjualan rumah secara pribadi, berhasil menjual 26 unit rumah, dan seluruh rumah tersebut terjual.

Namun, karena korban merasa ditipu karena tidak mendapatkan sertifikat yang seharusnya, korban melaporkan tersangka kepada polisi. Tersangka ditangkap pada tanggal 30 Agustus di wilayah Kecamatan Sidoarjo Kota, dan polisi menyita bukti berupa kwitansi pembayaran dan surat kuasa penjual.

Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP (KUHP adalah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) atau Pasal 372 KUHP atau Pasal 154 Jo Pasal 137 UURI No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Ancaman hukuman bagi tersangka adalah 5 tahun penjara.

Reporter: AHF

Editor: red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*