Nasabah Menjerit, Dugaan Praktek Rentenir Berkedok Koperasi di Pamarayan Serang

Penagihan diduga rentenir dengan paksa di Serang, Selasa (20/9/2023)

SERANG (KM) – Keberadaan rentenir berkedok koperasi di Kampung Pasir Kadu, Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, meresahkan masyarakat. Bunga pinjaman yang tinggi, mulai dari 20% hingga 30%, membuat para nasabah kesulitan untuk melunasi pinjaman mereka.
Salah satu nasabah, berinisial ibu RH, mengaku ketakutan dengan adanya penekanan dari pihak koperasi. Ibu RH mengatakan bahwa ia baru saja pulang dari rumah sakit setelah menjalani operasi. Namun, pegawai koperasi tetap menagih pinjamannya pada malam hari.

“Sampai di rumah sakit pun pihak koperasi tidak ada toleransi,” kata ibu RH. “Mereka nanya-nanya di rumah sakit mana mau nyamperin, dan ibu sudah tahu mau ke rumah sakit kenapa tidak menitipkan uang buat bayar angsuran dan memaksa harus bayar dua angsuran,” katanya, Selasa (20/9).
Ibu RH mengatakan bahwa ia hanya memiliki sedikit uang karena biaya operasi dan obat-obatan suaminya. Ia meminta keringanan, tetapi pihak koperasi tidak merespons.

Empus, selaku Sekretaris Ormas Satria Buana Pamarayan, mengatakan bahwa beberapa ibu-ibu nasabah menceritakan pengalaman serupa. Mereka merasa ketakutan dan diintimidasi karena ditagih hutang oleh pihak koperasi.

“Sangat ironis, ada nasabah baru balik dari rumah sakit abis operasi dan suami nyapun sakit, di tagih pegawai pihak koperasi mekar tidak ada toleransi harus membayar angsuran,” kata Empus.

Empus mengatakan bahwa rentenir berkedok koperasi sangat meresahkan warga masyarakat. Pihaknya akan segera melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
Ia meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan untuk mengatasi praktik rentenir berkedok koperasi. Bunga pinjaman yang tinggi dapat membuat masyarakat terjerat utang dan kesulitan untuk melunasinya.

“Pemerintah dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya rentenir. Selain itu, pemerintah juga dapat memperkuat regulasi untuk mengatur kegiatan koperasi,” katanya.

Reporter: Agung
Editor: red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*