Ketum Solmet Dukung Cawe Cawe Jokowi dan Partai Yang Berani Mengesahkan UU Perampasan Aset Tindak Pidana

Presiden Joko Widodo di tengah antusias peserta Rembugnas Solmet 2023 (16/9/2023).

BOGOR (KM) – Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam acara Rembug Nasional Relawan Solidaritas Merah Putih (Solmet) 2023 di Gedung Putih Tio Ma, Kota Bogor, pada hari Sabtu (16/9/2023) mendapat sambutan hangat dari ribuan massa yang hadir di lokasi acara.

Acara rembugnas 2023 yang berslogan Setia Tegak Lurus Bersama Pak Jokowi tersebut mengusung tema “Solid Berjuang Untuk Rakyat, Rawat Pancasila dan NKRI Menuju Rumah Besar Nasionalis”.

Dihadapan Jokowi, Ketua Umum Solmet, Silfester Matunina, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh cawe cawe yang dilakukan presiden Joko Widodo dalam rangka mempersiapkan calon presiden dan wakil presiden periode 2024-2029 mendatang.

“Kami ini semua mendukung cawe cawe bapak untuk calon presiden, betul tidak?,” tanya Silfester yang langsung disambut pekikan setuju oleh massa rembugnas yang hadir memadati aula gedung.

“Karena kami tahu bapak tidak punya kepentingan pribadi apapun. Menurut kami pak, untuk kepemimpinan nasional ini harus kita dukung orang-orang baik dan benar yang akan memimpin Indonesia kedepannya, dan harus orang pintar yang berani, karena kami tidak mau presiden berikutnya adalah sosok pengecut yang dibawa oligarki partai politik atau pengusaha hitam,” tegasnya.

Silfester yang mengaku lulusan fakultas hukum juga mengatakan bahwa dalam undang undang pemilu membolehkan presiden dan wakil presiden untuk melakukan cawe-cawe mendukung calon presiden dan wakil presiden berikutnya.

“Calon presiden berikutnya juga harus yang peduli pada rakyat dan sosok yang mandiri pak, karena kalau capres berikutnya adalah orang yang loyo dan tidak berani, maka Indonesia akan menjadi negara yang tertinggal, kami tidak mau Indonesia menjadi seperti negara-negara lain yang terpuruk karena tidak dapat mengelola bonus demografi negaranya,” ungkapnya.

“Kami tahu bapak punya hati, karena sebagai pemimpin, bapak punya kewajiban juga untuk mengupayakan penerus yang akan memimpin bangsa Indonesia ini untuk maju dan sejahtera,” lanjutnya.

Dalam pidatonya, Silfester juga menekankan bahwa pihaknya siap mendukung calon presiden dan partai yang berani mengesahkan rancangan undang undang perampasan aset hasil tindak pidana yang diajukan pemerintah ke DPR RI untuk menjadi undang undang.

Antrian peserta Rembugnas Solmet 2023 saat melalui pemeriksaan ketat Paspampres (16/9).Dok.KM/Drajat

Selain itu, Silfester dalam pidatonya juga menyinggung masalah sengkete lahan dalam proyek strategis nasional pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di kota Depok yang hingga kini masih menuai polemik dan konflik di masyarakat. Ia pun memohon bantuan presiden Jokowi agar membantu masyarakat yang terdampak.

“Kami mohon bantuan pak (Presiden RI) untuk masyarakat, karena tanah tersebut masih dalam sengketa,” ucapnya.

Sementara itu, selain mengapresiasi antusiasme kegiatan yang digelar relawan Solmet, Presiden Jokowi dalam pidato sambutannya mengajak kepada seluruh elemen yang hadir dan setia tegak lurus bersamanya untuk bersabar terlebih dahulu tidak terburu-buru melabuhkan pilihan calon presiden dan wakil presiden 2024.

Menurut Jokowi, untuk keluar dari tantangan ekonomi yang dihadapi pemerintah sejak covid19 tidaklah mudah, di mana harga-harga pangan, energi, dan bunga bank semuanya serba naik. Hal-hal ini lah yang akan dihadapi oleh kepemimpinan nasional yang akan datang, sesuatu yang menurut Jokowi tidak mudah ditangani dan oleh sebab itu dirinya beserta kabinet berupaya menyiapkan dengan sangat hati-hati untuk kepemimpinan nasional 2024 yang menyangkut hajat hidup 273 juta jiwa.

“Tiga periode kepemimpinan nasional berikutnya yaitu 2024, 2029, dan 2034 sangat menentukan sekali dalam kita melompat untuk menjadi negara maju atau tidak,” jelasnya.

Jokowi juga mengisyaratkan bahwa saat ini partai dan koalisinya belum semuanya jelas mengumumkan paket calon presiden dan wakil nya, sehingga dirinya mengajak agar para relawan menunggu proses penetapan tersebut rampung terlebih dahulu.

“Harus sabar dulu, setuju gak?,” tanya Jokowi disambut jawaban setuju.oleh peserta rembugnas.

“Saya saja bisa sabar, masa bapak ibu tidak bisa… Jadi kita menunggu dulu koalisinya seperti apa dan calonnya seperti apa?,” sambungnya.

“Kalau ingin memanaskan mesin silahkan mesinnya dipanaskan, tapi… jangan dijalankan dulu,” pungkas Jokowi disambut tepuk tangan meriah.

Reporter : Sudrajat
Editor : Redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.