Kelompok Mahasiswa Observasi Tanam Melon Dengan Sistem Hidroponik

Mahasiswa KKNT PTM2D kembangkan sistem hidroponik untuk tanam melon

Bogor (KM) – Mahasiswa Kelompok Kerja Nyata Tematik (KKNT) Perguruan Tinggi Mandiri Membangun Desa (PTM2D) melakukan observasi dan kolaborasi yang menarik di Green House Bojongkulur, Gunung Putri Kabupaten Bogor pada Senin (7/8).

Kegiatan tersebut untuk membantu petani melon dalam mengembangkan media tanam yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta memanfaatkan air secara optimal dengan fokus pada pemenuhan nutrisi bagi tanaman. Salah satu pendekatan inovatif yang sedang dipertimbangkan adalah penggunaan sistem hidroponik sebagai pengganti tanah dalam media tanam.

Hidroponik merupakan metode pertanian modern di mana tanaman tumbuh tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Sebagai gantinya, nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman disediakan melalui larutan nutrisi yang diberikan langsung ke akar tanaman. Pendekatan ini memiliki beberapa keuntungan, termasuk pengurangan penggunaan air, pengendalian yang lebih baik terhadap nutrisi tanaman, serta penghindaran risiko penyakit tanah.

Faisal Purbayu, Ketua PTM2D mengatakan dalam hidroponik, air dapat digunakan secara lebih efisien dibandingkan dengan metode pertanian konvensional. Air yang digunakan dalam sistem hidroponik dapat diatur secara akurat untuk memenuhi kebutuhan tanaman tanpa pemborosan.

“Dengan mengontrol nutrisi yang disediakan, para petani dapat memastikan bahwa tanaman menerima semua elemen penting yang diperlukan untuk pertumbuhan yang optimal. Ini berpotensi meningkatkan hasil panen dan kualitas buah melon”, ungkap Faisal melalui pesan Whatsapp, (09/08).

Mahasiswa Universitas Ibn Khaldun Bogor ini menambahkan bahwa tanpa tanah sebagai media, risiko penyakit tanah yang dapat merusak tanaman dapat dikurangi secara signifikan, sehingga mengurangi kebutuhan akan penggunaan pestisida.

“Namun, pengembangan sistem hidroponik juga memiliki tantangan tersendiri. Beberapa di antaranya meliputi pengaturan nutrisi yang tepat, pengontrolan lingkungan (cahaya, suhu, dan kelembaban), dan investasi awal yang diperlukan untuk membangun infrastruktur hidroponik”, ujar Faisal.

Disamping itu, Titin Kartini salah satu Mahasiswa KKNT PTM2D menambahkan kelompoknya akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk merancang sistem hidroponik yang sesuai dengan kebutuhan pertanian melon di Green House Bojongkulur.

Mempelajari berbagai jenis media tanam hidroponik yang sesuai, merancang sistem irigasi dan nutrisi yang optimal, serta mengembangkan panduan praktis bagi para petani untuk merawat tanaman melon dalam lingkungan hidroponik.

“Kami juga akan berfokus pada pendidikan dan pelatihan kepada petani tentang konsep hidroponik, manfaatnya, dan cara mengelola sistem hidroponik dengan baik. Dengan demikian, pengetahuan dan keterampilan baru akan diintegrasikan ke dalam praktik pertanian yang berkelanjutan”, Lanjutnya.

Melalui upaya kolaboratif ini, mahasiswa KKNT PTM2D berharap dapat membantu mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya, lebih ramah lingkungan, dan menghasilkan hasil panen yang lebih baik.

Dengan penerapan hidroponik, petani di Green House Bojongkulur dapat mencapai hasil yang lebih baik dalam produksi melon dan pada saat yang sama, membantu menjaga keberlanjutan lingkungan pertanian di daerah tersebut.

KKNT PTM2D akan berlangsung selama 7 Agustus – 7 Desember 2023 yang terdiri dari berbagai mahasiswa dari beberapa kampus diantaranya, Titin Kartini UIKA, Faisal Purbayu UIKA, Abdul Fattah UIKA, Nazwa Nur Fadhila UBP Karawang, Achmad Maulana Universitas Raharja, Dimas Funky Marsudi Universitas Raharja, Firza Malik Universitas Pakuan, Nazar Eka Maulana Universitas Pakuan.

Reporter: Ki Medi

Editor: redaksi

Advertisement
Komentar Facebook

1 Comment

  1. Hioeloehoe qiu 10/08/2023 at 5:14 pm

    Melon bukan buah2an favorit, harga murah, dgn hidroponik jadi mahal. Tidak menarik

Leave a comment

Your email address will not be published.


*