Hasil Pengaspalan Jalan Raya Rawakalong Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Dinas Dan Konsultan Justru Menutupi

Pengaspalan di Jalan Raya Rawakalong, Karang Satria, Tambun Utara, Kab Bekasi diduga tidak sesuai spesifikasi

BEKASI (KM) – Pengaspalan di Jalan Raya Rawakalong Karang Satria, Tambun Utara dikerjakan CV. Bintang Sahabat Cemerlang melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi DSDABMBK Kabupaten Bekasi. Diduga dinas dan konsultan terkait menutupi kecurangan pihak penyedia (kontraktor).

Pasalnya, proyek pengaspalan tersebut diduga tidak sesuai dengan Spek Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebab, volume ketebalan Aspal tidak sesuai. Karena jauh dari standar Spesifikasi teknis waktu dilakukan pengambilan sampel core drill.

Ketika itu, tim media mencoba konfirmasi hasil Serah Terima Sementara Pekerjaan (Provisional Hand Over-PHO) kepada konsultan pengawas bernama Romli, dirinya mengatakan, setelah dilakukan PHO untuk volume panjang aspal kurang 57m, Ya kalau untuk volume ketebalan sesuai 4cm.

Apakah perkataan itu bisa dipertanggungjawabkan, justru Romli tidak bisa menjawab pertanyaan itu, saat dikonfirmasi media. Sementara, Dede Chairul sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas SDABMBK Kebupaten Bekasi, waktu dimintai keterangan soal menindaklanjuti perkataan ia sebelumnya, nanti nunggu hasil PHO. Sedangkan, Untuk kegiatan tersebut sudah melaksanakan PHO/Core drill.

Namun, saat dikonfirmasi 9 titik sampel core drill di kegiatan pengaspalan jalan raya rawakalong rata2 terdapat berapa sentimeter, dirinya tidak menjawab.

Begitu juga Prima Mahardika, Kepala Seksi Pengawasan dan Bina Kontruksi Jalan, waktu konfirmasi hal yang sama, hasil core drill rata2 terdapat berapa, ia pun tidak merespon.

Mirisnya, ketika tim media melakukan pengukuran di 9 titik sampel (core drill) dengan menggunakan alat sikmat rata-rata terdapat hanya 1,7 sampai 2,8 cm, padahal untuk volume gelaran penebalan spesifikasi 4 cm.

Menurut Yanto Purnomo, Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) ketika dimintai tanggapan oleh media terkait hal tersebut, dirinya menduga Pengawas, Konsultan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) seharusnya jangan menutupi hasil Core Drill pada kegiatan di ruas jalan raya Rawakalong.

“Kalau tidak ada yang ditutupi, semestinya pihak Dinas maupun Konsultan bisa lebih terbuka kepada media mengenai hasil core drill, Kalau seperti ini malah seakan-akan menutupi,” ungkap Yanto, Sabtu, (5/8).

Untuk Dede Chairul selaku PPK, lanjut Yanto, jangan Wanprestasi cuma hanya omdo, buktikan apa yang dia katakan waktu dimintai tanggapan oleh media, kalau memang kurang kita bayar sesuai dengan yang terpasang, ini sudah jelas, karena menurut keterangan konsultan pengawas, pihak penyedia kurang volume panjang sekitaran 57m.

“Dengan itu, dirinya meminta BPK untuk mengaudit dan mengecek pengerjaan proyek aspal di ruas jalan raya Rawakalong yang dikerjakan CV. Bintang Sahabat Cemerlang. Karena menyerap anggaran itu memakai uang hasil pajak masyarakat,” ucap Yanto

“Jika pekerjaan dibiayai anggaran APBD, hasilnya tidak sesuai dengan RAB dan merugikan pemerintah, BPK harus bertindak tegas, apalagi jika sudah ada penyimpangan dalam penggunaan uang negara. Perlu diketahui, pihak Kontraktor hanya ingin untung besar tanpa memperdulikan kualitas pekerjaan,” pungkasnya.

Reporter: Den

Editor: redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*