Jelang Dikukuhkan Guru Besar Tetap FEB UI, Dua Pakar Ekonomi Ini Paparkan Orasi Ilmiah

Prof. Sari Wahyuni (Kanan) dan Prof. Ratna Wardhani saat memaparkan presentasi ilmiahnya, Jumat (28/7/2023). (Dok.Soedrajat/KM)

DEPOK (KM) – Dua pakar ekonomi Universitas Indonesia, yakni Profesor Sari Wahyuni dan Profesor Ratna Wardhani berkesempatan melakukan presentasi ilmiah sehari menjelang pengukuhan mereka sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), pada Jumat (28/7/2023) di Balai Sidang UI Kampus Depok.

Adapun orasi ilmiah yang disampaikan dua pakar tersebut terkait Sustainable Development Goals (SDGs) dan Economy Circular.

Dalam kesempatannya, Prof. Sari Wahyuni menyampaikan pidato berjudul “Repositioning Strategy Investasi di Era Circular Economy”.

Sementara itu, Prof. Ratna Wardhani menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Evaluasi Kinerja Keberlanjutan
melalui Pengembangan Sustainability Performance Measurement Framework (SPMF) dalam Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Diantara paparannya, Prof Sari Wahyuni menekankan bahwa main goal dari konsep yang dicetuskannya itu untuk membuka iklim investasi yang lebih sehat di mana para investor yang akan masuk ke Indonesia bisa mendapat gambaran yang jelas tentang keamanan investasinya di masa mendatang.

Mengapa harus repositioning strategy? Karena begitu banyak perubahan telah terjadi, yang dahulu begitu bangga memiliki natural resources yang berlimpah, tenaga kerja yang murah dan pasar yang
begitu besar sebagai magnet investasi. Tetapi fakta menunjukkan bahwa banyak negara yang tidak
memiliki resourches pun bisa berkembang pesat investasinya seperti Singapura, Thailand yang berhasil
membangun value chain automotive dan dikenal sebagai Detroit of Asia. Demikian juga Malaysia yang
termasyhur sebagai the Silicon Valley of the East.

Semua hal tersebut menurut Prof. Sari adalah bermuara pada strategi bagaimana kita memposisikan diri dalam kancah persaingan investasi dunia dan komitmen apa yang harus kita persiapkan untuk menopang strategi tersebut.

Disinilah repositioning strategy diperlukan, dari strategi investasi umum menuju strategi yang lebih innovation driven, unik dan memiliki daya saing yang berkelanjutan. Untuk itu, kita harus merubah mindset dan melakukan change management di setiap lini bisnis. Strategi investasi yang dirancang harus “pintar, cermat, dan tangkas” dengan melihat peluang yang ada.

Di sisi lain, Prof. Ratna Wardhani mengungkapkan bahwa apa yang dicetuskan Prof. Sari sejalan dengan konsep ilmiah yang diusungnya, di mana para investor luar sangat memerlukan informasi keberlanjutan pengembangan lembaga atau perusahaan yang akan diinvestasikannya.

Prof Ratna menambahkan, bahwa konsepnya ini bisa diimplementasikan di berbagai sektor baik publik maupun pemerintah. Ia menekankan bahwa pencapaian SDGs merupakan tanggung jawab bersama. Perusahaan sebagai entitas bisnis perlu melakukan strategi keberlanjutan dengan menggunakan kerangka yang jelas dan komprehensif.

Dengan demikian menurutnya, perusahaan dapat menjalankan strategi keberlanjutan dengan lebih terarah dan membuka kesempatan-kesempatan baru yang mendukung pertumbuhan, seperti kesempatan pendanaan, munculnya inovasi-inovasi bisnis baru, dan meningkatkan resilensi perusahaan.

Reporter : Sudrajat
Editor : Redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*