GP Ansor Parungpanjang Tolak Keras Pertemuan Aktivis LGBT se-ASEAN di Jakarta
BOGOR (KM) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor menolak keras rencana pertemuan para aktivis LGBT se negara Asean yang akan dilaksanakan di Jakarta.
Abdul Hajad selaku Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Parungpanjang mengatakan perilaku seks menyimpang tidak sesuai dengan masyarakat Indonesia yang dikenal kuat memegang prinsip dan norma agama.
’Kami tolak tidak sesuai dengan nilai agama dan pancasila, ini bertentangan dengan akal sehat dan nurani manusia. Dalam pancasila itu sila pertama ketuhanan yang maha esa artinya kita semua punya agama punya aturan tuhan yang harus dijalankan, lalu di sila yang lain ada kemanusiaan yang adil dan beradab artinya setiap dari kita harus jadi manusia beradab yang punya akhlak bisa membedakan mana perilaku baik dan buruk,” jelasnya pada wartawan Jumat (14/07/23).
Menurut Abdul perlu dikaji dan dikritisi kenapa Indonesia yang dipilih sebagai tuan rumah bukan Thailand negara yang sudah jelas membebaskan aktivitas LGBT.
“Kami rasa pihak-pihak yang mengkampanyekan agar LGBT bisa dilegalkan di Indonesia harus dijadikan musuh bersama semua umat beragama, ini tidak bisa ditolerir, mereka ini bisa memperburuk citra Indonesia sebagai negara beragama yang penduduknya mayoritas muslim”,kata Abdul.
Ia mengajak semua elemen anak bangsa untuk ikut serta menolak rencana pertemuan tersebut karena bisa berdampak buruk bagi generasi muda.
“Penolakan harus dilakukan secara massif, para aktivis yang mendukung perilaku seks menyimpang ini harus dipersempit ruang geraknya tidak boleh dibiarkan apalagi diberikan akses untuk bisa bebas bergerak,”pungkasnya Abdul.
Reporter: HSMY
Editor: redaksi
Leave a comment