Diduga Menyimpang, Aktivis: Dinas DSDABMBK Harus Libatkan Lembaga Independen, Uji Mutu U-ditch Proyek Saluran Air Karang Satria-Indoporlen

Proyek drainase

Bekasi (KM) – Pembangunan saluran air menggunakan item U-DITCH di wilayah Karang Satria-Indoporlen, Kecamatan Tambun Utara, di kerjakan kontraktor yang Memakai CV Karya Duta Persada, kini menjadi perhatian publik.

Waktu pada saat tim media monitoring ke lokasi kegiatan ditemukan ada beberapa tutup U-Ditch type HD 60×60cm pecah dan patah.

Sementara, Yuda sebagai konsultan pengawas saat dikonfirmasi media terkait tutup U-Ditch yang pecah, ada dugaan dirinya seakan-akan menutupi dan melakukan pembelaan kepada penyedia.

Menanggapi hal itu, Ketua komunitas Peduli Bekasi (KPB) Yanto Purnomo mengatakan ini semua dikarenakan lemahnya pengawasan konsultan dan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi.

“Konsultan itu sudah dibayar oleh pemerintah untuk pengawasan, yang notabenenya memakai anggaran APBD, jadi mereka harus bekerja sesuai dengan aturan yang sudah disepakati dalam surat perjanjian kontrak,” terang Yanto Jumat (7/7).

Kepada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, Yanto Purnomo menyarankan untuk melibatkan lembaga independen guna menguji kualitas mutu material U-ditch proyek saluran air tersebut.

“Seperti Sucofindo perlu dilibatkan untuk menguji mutu kualitas U-ditch, karena. Penggunaan material berkualitas rendah pada pembangunan saluran air memang rawan penyimpangan,”kata Yanto.

Apalagi, lebih lanjut Yanto mengatakan, untuk harga barang yang lebih murah dengan barang pabrikasi, memicu pihak kontraktor mengabaikan spesifikasi pekerjaan.

“Perlu diketahui, terkadang pihak penyedia (Kontraktor) sering ditemukan, diduga memakai Material U-ditch yang lebih murah sampai lokasi biasanya langsung ditanam,” ucapnya.

Maka dari itu, Yanto Purnomo mendesak inspektorat Kabupaten Bekasi agar melakukan pemeriksaan spesifikasi material U-ditch pada pembangunan saluran di Karang Satria-Indoporlen Kecamatan Tambun Utara.

“Mengusut adanya dugaan pemakaian U-ditch tidak sesuai standar, jadi harus dilakukan pemeriksaan hingga tuntas, saya khawatir U-ditch abal-abal akan digunakan pada proyek-proyek saluran yang dibiayai uang negara,”tegasnya Yanto.

Reporter: Den

Editor: redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.