Proyek e-Katalog Tambun Cimuning Dikerjakan CV. Putra Mulia, Pemerhati: Jangan Ada Dugaan ‘Mengakali’ Anggaran.

Pemeliharaan Berkala Tambun Cimuning (Akses Jalan Tol Nasional)

Kab Bekasi (KM) – Pembangunan infrastruktur jalan dengan judul Pemeliharaan Berkala Tambun Cimuning (Akses Jalan Tol Nasional) yang di selenggarakan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, menggunakan sistim E-Katalog pengadaan aspal (Hotmix), yang di kerjakan CV. Putra Mulia dengan Nilai pagu RP 2.470.629.000, memakai anggaran APBD 2023 Kabupaten Bekasi itu, menjadi pertanyaan sejumlah pihak.

Menurut, Ketua Komunitas Peduli Bekasi Yanto Purnomo mempertanyakan sistem e-katalog di Kabupaten Bekasi pada kegiatan pengaspalan Tambun – Cimuning, yang diduga ada kejanggalan.

“Karena menggunakan sistim e-katalog dalam pembangunan jalan patut dicurigai menjadi ajang mencari keuntungan bagi pihak maupun golongan,” kata Yanto kepada kupasmerdeka.com, Senin (12/6).

Perlu diketahui, dari harga di etalase CV. Putra Mulia adalah Rp2.056.214/ton dengan item aspal AC-BC, ini sangat jauh dengan harga produk pasaran AMP yang berkisar Rp 1,2 juta /ton, ada selisih sekitar kurang lebih Rp800 ribu.

Ada apa dengan sistim e-katalog yang diberlakukan Pemkab Bekasi. Kok bisa harga aspal yang dibeli lebih mahal dari harga pasar?,” tanya Yanto.

Coba bayangkan, berapa selisih uang pembelian kebutuhan tonase material aspal bila setiap titik pekerjaan pemesanan mencapai ribuan ton. Dengan selisih harga aspal itu, uang yang segitu banyak kemana saja mengalir nantinya.

“Apalagi, soal surat voice pengiriman aspal, tertulis atas nama Bpk. Jahid bukan nama perusahaan yang mengerjakan. Artinya disini kita mempertanyakan siapa itu Bpk. Jahid? Apakah ia bagian dari direksi CV. Putra Mulia, atau bagaimana. Karena sampai saat ini PPK pun tidak bisa menjelaskan atas pertanyaan awak media mengenai hal tersebut,” ucap Yanto.

Dia juga meminta kepada PPK jangan ada dugaan ‘mengakali’ sebab tujuan diadakan sitem e-Katalog agar lebih efisien dan transparan.

“Karena kontrak katalog dengan penyedia memiliki rantai pasok yang paling pendek atau langsung ke produsen (pabrikan), yang sangat berpengaruh dengan harga (lebih murah). Kemudian lebih transparan sebab semua informasi produk baik spesifikasi teknis dan harga serta penyedia dapat diketahui publik, jangan seperti ingin mengakali anggaran,” ungkapnya.

Reporter: Den/ KM Bekasi

Editor: redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.