Pengamat: Kepemimpinan Estafet Jokowi Artinya Estafet Kesengsaraan Rakyat?

Jokowi dalam acara peluncuran Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 di Jakarta, Kamis (15/6/2023)

JAKARTA (KM) – Kepemimpinan Presiden Joko Widodo diharapkan tidak berlanjut karena dikawatirkan bisa timbulkan kerugian bagi masyarakat, selain hutang negara yang makin menggunung juga berdampak pada kesengsaraan rakyat.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie mengamati hasil kerja pemerintahan Jokowi yang berlangsung selama dua periode tidak dirasakan masyarakat.

“Saya kira ada program yang justru merugikan rakyat, bahkan menyengsarakan rakyat. Maka tak perlu dilanjutkan,” ujar Jerry, Sabtu (17/6).

Menurutnya, pernyataan Jokowi soal keberlanjutan pemerintahan seperti tongkat estafet dan bukan pompa bensin yang dimulai dari nol, tidak patut didukung.

Pasalnya, doktor komunikasi politik lulusan America Global University itu menyebutkan, ada beberapa kebijakan Jokowi yang justru menguntungkan pemodal daripada rakyat.

“Jokowi gemar ngutang, ngimpor, dan sangat diharapkan berlanjut (kebijakan itu) pada sosok Ganjar Pranowo (kandidat calon presiden dari PDIP). Bahkan, IKN menjadi cita-cita Jokowi, jadi dia rela cawe-cawe,” ujar Jerry.

Pengamat politik AS ini juga mengatakan, Jokowi menyampaikan terkait estafet kepemimpinan nasional dalam acara peluncuran Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 di Jakarta, Kamis (15/6).

“Kepemimpinan itu ibarat tongkat estafet, bukan meteran pom bensin. Kalau meteran pom bensin itu dimulai dari nol ya. Ini apa kita mau seperti itu? Endak kan?” kata Jokowi.

Reporter: MSO
Editor: redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*