P3A Mitra Cai Marwah Mandiri Bangun Saluran Irigasi di Pagaden Barat, Kabupaten Subang

Perbaikan irigasi P3A Mitra Cai, Pegaden Barat, Subang

SUBANG (KM) – Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai Marwah Mandiri, Desa Balingbing, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, membangun saluran irigasi.

“Pembangunan irigasi saat ini pengerjaannya masih berjalan dengan anggaran sebesar Rp195 juta dari pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum,” kata Ketua Kelompok P3A Mitra Cai Marwah Mandiri, Afip Mahrom kepada Jurnalis KM , Rabu (7/6).

Ia menjelaskan P3A Mitra Cai Marwah Mandiri adalah salah satu kelompok yang mendapatkan bantuan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

“P3-TGAI merupakan salah satu program infrastruktur berbasis masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja irigasi desa guna kesejahteraan petani, peningkatan ekonomi masyarakat, serta berkontribusi untuk ketahanan pangan dan peningkatan produksi tani,” jelasnya.

Melalui program ini, kata dia, masyarakat dilibatkan dalam pembangunan irigasi kecil atau tersier dengan melibatkan langsung P3A.

“Program ini dimanfaatkan oleh Kelompok P3A Mitra Cai Marwah Mandiri untuk membangun saluran irigasi di saluran leuwinangka,” terangnya.

Afip berharap pembangunan saluran irigasi dapat meningkatkan kualitas pertanian yang ada diwilayah Desa Balingbing dan sekitarnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya area sawah yang ada di Desa Balingbing tersebut sulit mendapatkan pasokan air lantaran irigasinya sudah tidak berfungsi karena rata dengan tanah.

Mewakili masyarakat petani Desa Balingbing, ia merasa senang dengan adanya program itu, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya bagi para petani.

“Alhamdulillah tahun 2023 ini dapat program itu, mudah-mudahan di tahun berikutnya bisa mendapatkan kembali program seperti ini, karena masih banyak saluran tersier yang perlu dibenahi,” ucapnya.

Ia menambahkan pekerjaan saluran irigasi desa ini dikerjakan oleh masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaan pembangunannya, dikerjakan sesuai dengan bestek dan berpedoman pada rencana anggaran biaya (RAB) yang ada.

“Program ini adalah program padat karya dan dalam pelaksanaannya kita libatkan masyarakat setempat,” katanya.

Ia juga berharap dengan dibangunnya saluran irigasi tersebut, lahan sawah yang sebelumnya sulit mendapatkan pasokan air akan lebih mudah terairi.

Reporter: Din

Editor: redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.