Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Optimis Target Retribusi Naik Hingga 50 Miliar di Tahun 2024
BEKASI (KM) – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi optimis tingkatkan target retribusi sampah pada tahun 2024. Untuk menggenjot pendapatan daerah dari tahun sebelumnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait mengatakan target retribusi tahun 2023 hanya Rp6 miliar dan perlu diketahui juga tahun 2022 hanya Rp4 miliyar.
Ada beberapa hal sebetulnya terkait gali target retribusi, yang pertama jumlah layanan yang bergantung kesiapan pemerintah sendiri dalam sarana prasarana.
“Salah satunya kendaraan yang berjumlah 185 unit yang disebar enam UPTD, itupun perkotaan masih belum mampu melayani sehingga sektor dari swasta masuk untuk memberikan layanan tersebut,” kata Donny kepada kupasmerdeka.com, Kamis (8/6).
Itu juga, pihak swasta harus memiliki yang namanya surat keterangan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi agar layanan mereka bisa membuang ke burangkeng dengan jumlah berat per kubikasi.
“Untuk tarif retribusi sampah kita di Perda yang lama sekitar 3 ribu sampai 10 ribu. Padahal faktanya kita tahu yang tinggal di perumahan rata rata dikenakan biaya untuk keamanan, kebersihan dan sampah sekitar 70,100 ribu bahakan untuk rumah mewah sampai Rp 1 juta. Ini hasil identifikasi saya selama kurang lebih 2 bulan saya menjabat disini,” papar Donny.
Makanya kita akan melalui ‘sistem by data’ dari Disdukcapil dan PLN untuk mengetahui seluruh jumlah wajib retribusi sampah di Kabupaten Bekasi guna dapat meningkatkan target retribusi sampah pada tahun 2024.
“Karena itu Dinas Lingkungan Hidup sudah mengajukan ke Dewan untuk perubahan tarif retribusi sampah dari perda sebelumnya, dimana tarifnya 3 ribu sampai 10 ribu rupiah menjadi 15 ribu sampai 50 ribu rupiah,” ujarnya.
Donny pun menambahkan bahwa ini menjadi persoalan yang konkrit, target retribusi sampah kita Rp6 miliyar dan pengeluaran kita mencapai Rp106 miliyar. Makanya kami disini optimis pada tahun 2024 bisa menaikkan target retribusi sampah kita menjadi Rp50 miliyar.
Reporter: Mon
Editor: redaksi
Leave a comment