Proyek Aspal di Jatisampurna Rusak Dikeluhkan Warga, Pemerhati Desak Inspektorat Untuk Cek
Kota Bekasi (KM) – Proyek pengaspalan di selenggarakan Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi di Jatisampurna RT. 003/ 001 masih tahap pekerjaan sudah mulai rusak terkelupas, sehingga membuat warga merasa kecewa dengan hasil pekerjaan pihak kontraktor.
Kekecewaan itu mencuat karena kondisi permukaan aspal sudah terlihat mengelupas di beberapa titik jalan, padahal proyek tersebut belum selesai dikerjakan.
Menurut warga yang enggan disebutkan namanya kepada kupasmerdeka.com Jumat (31/03) dilokasi pekerjaan, dirinya mengaku merasa bingung melihat pekerjaan aspal sudai mulai mengelupas.
“Semestinya, proyek pengaspalan jalan ini dikerjakan dengan baik, jangan asal-asalan, yang nantinya merugikan masyarakat,” kata warga setempat.
Sementara, Hendro selaku konsultan pengawas waktu dimintai tanggapan terkait kerusakan aspal mengatakan, akan menindaklanjuti menyuruh agar di rapihkan lagi, mumpung masih baru.
“Ketika ditanya soal volume, Hendro tidak bisa memberikan penjelasan berapa hasil volume pekerjaan aspal tersebut, sedangkan Budi pelaksana lapangan saat dikonfirmasi menjelaskan, untuk panjang 295m lebar 3m dan gelaran 4cm,” ucapnya.
Terkait proyek Aspal yang sudah terjadi kerusakan masih tahap pekerjaan, yayat Hidayat pemerhati pembangunan infrastruktur Kota Bekasi menilai, Rusaknya jalan diduga akibat pihak kontraktor proyek dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi tehnik.
“Kerusakan stripping atau biasa dikenal pengelupasan aspal terjadi dikarenakan lapisan jalan permukaan kurang ikatan dengan lapisan bawah jalan, bisa juga karena lapisan permukaan yang terlampau tipis saat dikerjakan kontraktor,” jelas Yayat kepada kupasmerdeka.com, Jumat (31/3).
Terkadang di saat pelaksanaan, lebih lanjut yayat menjelaskan, pihak kontraktor menggunakan Pek. Pelapisan Aspal Resap Perekat (Prime Coat) terlalu banyak penambahan air, sehingga hasilnya tidak mengikat.
“Menurut yayat, tidak hanya kondisi aspal saja terjadi kerusakan yang dikerjakan kontraktor, dari pengiriman tonase material aspal saya menduga ada pengurangan spesifikasi pemesan yang dilakukan penyedia,” ungkapnya.
Perlu diketahui, kalau di hitung secara rumus analisa dengan volume yang seperti di jelaskan pelaksana lapangan, panjang 295 m x lebar 3m x gelaran penebalan 0,04 cm, seharusnya untuk pengiriman tonase material aspal 81,6 ton, artinya kendaraan mobil damtruk yang datang kelokasi sekitaran 8 mobil, namun nyatanya yang sampai hanya 6 mobil, itu juga kalau muatan rata-rata 10 ton, kalau tidak apakah kurangnya sangat banyak.
“Maka dari itu, saya meminta Dinas DBMSDA Kota Bekasi melakukan pemeriksaan material yang di pesan kontraktor, sesuai kebutuhan spesifikasi atau tidak. Ia pun mendesak inspektorat, untuk turun tangan agar memeriksa dan pengecekan data analisa gambar di RAB proyek yang dikerjakan kontraktor,” tegasnya.
Reporter: Den
Editor: Redaksi
Leave a comment