Warga Terdampak Dukung Pembangunan Kota Batam, Warga: Mohon BP Batam Manusiakan Warga Baloi Kolam
Batam (KM) – Rapat kedua antara warga Baloi Kolam dan BP Batam terkait pembahasan ROW jalan 100 meter belum menemui kepastian bagi warga terdampak pelebaran jalan. Pertemuan di ruang rapat Direktorat Infrastruktur Kawasan Lantai IV Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, Jumat (24/3).
Rapat melibatkan perwakilan warga dan perangkat RT/RW 16 Baloi Kolam sekira 60 orang dihadiri Dewan Infrastruktur Kawasan, Biro Hukum, Bidang Perencanaan, Dirpam mewakili Kepolisian, PPK dan unsur lainnya.
Sahat Tampubolon sebagai Ketua RW 16 beserta warga meminta BP Batam Perlu Lebih Bijak dalam memutuskan pembebasan tanah.
“Jika memang kawasan itu akan dibangun dua jalur Lagi untuk kebutuhan pelebaran jalan, kami (warga-red) tidak menolak, kami (warga-red) mendukung Pemerintah namun dalam hal pembebasan ROW 100 meter kami menolak karena kebutuhan pelebaran jalan belum mendesak,” katanya.
“Ada yang perlu diperhatikan dalam praktek di lapangan, bagaimana prosedur penertiban rumah liar Kota Batam. Selain itu perlu perlakuan yang santun, agar sikap Tim Terpadu terhadap pengamanan tidak cenderung menakut-nakuti dan tidak memberikan rasa aman, baik sosialisasinya maupun praktek dalam menjalankan kebijakannya Hal ini untuk lebih memberikan pelayanan terhadap kepentingan public,” kata Sahat Tampubolon, Jumat (24/3).
Ia mengatakan warga masih menunggu sikap dari BP Batam atas masalah tersebut dan hanya menyetujui penambahan pelebaran sekira 11 meter dari pinggir jalan.
“Jika menambah pelebaran jalan sekira 11 meter lagi, kami masih menerima,”katanya.
Terkait hal ini kami masih menunggu tanggapan lanjutan dari pihak terkait.
Reporter: Simon Tobing
Editor: Red1
Leave a comment