Jalan Berlubang Sebabkan Wartawan Jatuh dan Luka Parah di Cilegon
CILEGON (KM) – Madsari, seorang wartawan di Cilegon terluka parah setelah terjatuh dari sepeda motornya akibat menghindari jalan berlubang di Jalan DI Pandjaitan atau Pertigaan Palas-Cikerut, Cileogon. Ia sempat tidak sadarkan diri selama beberapa jam.
“Saya mau pulang dari rumah teman dari arah Perumnas pas tikungan Cikerut- Palas itu lah ada lubang dalam, saya jatuh setelah itu gak tahu siapa yang nolong saya, tahu-tahu udah dirawat di sini,” kata Madsari, sambil terbata-bata menahan sakit di mulutnya yang terluka parah.
“Kata dokter, di bibir dalam harus dioperasi karena robek. Salam sama teman-teman mohon do’anya,” sambungnya.
Peristiwa na’as yang menimpa Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon itu, tak ayal mendapat banyak empati dan keprihatinan. Ia dirawat di Ruang Cempaka Nomor 5 Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon.
Salah satu advokat di Cilegon, Mochamad Mulyadi siap melakukan tuntutan terhadap para pejabat Dinas PUPR, Rabu (8/3)
“Jangan diganti, enak geh, tuntut upaya hukum. Kita siap kalau pihak keluarganya buat surat kuasa, kita tuntut pejabat pengguna anggaran di PU Cilegon itu kan jalan kota,” ujarnya.
Hal senada didukung aktivis senior Cilegon, Maman Hilman yang menyoroti soal buruknya kinerja pejabat terkait yang membiarkan rusaknya infrastruktur jalan.
“Kita lakukan gugatan ‘Class Action’, ini ada pembiaran fasilitas umum. Ada anggaran tapi tidak digunakan maksimal sehingga menyebabkan kecelakaan dan menimbulkan kerugian bagi orang lain,” ucap Ketua LKPK Cilegon itu.
Dukungan terhadap Madsari selain dari profesi wartawan, juga datang dari anggota DPRD Kota Cilegon, Erik Rebi’in yang mendorong untuk mempersoalkan kinerja dinas terkait di Pemkot Cilegon yang sampai menyebabkan kerugian terhadap masyarakat.
“Viralkan dan lakukan tekanan pada Pemkot karena ada dana ‘standby’ pemeliharaan jalan tuh bro. Wartawan demo biar saya yang bagian meliput gantian kang,” tulis anggota dewan dari Partai Nasdem itu.
Reporter: Ade Irawan
Editor: Red1
Leave a comment