Proyek Betonisasi Jalan Promaru Margahayu Diduga Tidak Maksimal, Warga Desak Perbaiki Dengan Cara Diaspal
Kota Bekasi (KM) – Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur jalan di Kota Bekasi dengan menggunakan betonisasi masih belum sesuai harapan masyarakat, pasalnya, proyek yang baru saja dikerjakan pihak kontraktor dinilai kurang berkualitas.
“Salah satunya, pekerjaan proyek jalan yang berlokasi Jalan Promaru RT.008/011, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, diduga tidak memenuhi spesisifikasi teknis.
Menurut informasi warga yang tidak berkenan namanya sebut, mengatakan waktu pelaksanaan berlangsung memang sempat diguyur hujan, sehingga semen yang turun terlihat air.
“Coba perhatikan, kondisi jalan sudah pada berudul, kalau hasilnya seperti ini kita minta jalan itu diaspal supaya bagus,”katanya.
Karena, lanjut dia, waktu pengecoran jalan yang sebelumnya, sambungan pekerjaan ini terlihat pada retak-retak dan akhirnya dilakukan pengaspalan, begitu juga mengenai pekerjaan tersebut kita berharap diaspal lagi.
“Dari hasilnya pantau tim media, tidak cuma hanya kondisi jalan saja yang terlihat berudul, terkait spesifikasi ketebalan betonisasi diduga tidak sesuai volume.
Sementara, Subrin selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, beberapa kali dikonfirmasi melalui WhatsApp oleh kupasmerdeka.com perihal kegiatan proyek jalan, tidak pernah memberikan jawaban.
Yayat Hidayat, pemerhati pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi, saat dimintai tanggapan terkait pekerjaan jalan menilai secara kasat mata ditemukan beberapa kejanggalan dalam proyek itu,
“Diantaranya, seperti kondisi finishing tidak maksimal terlihat berudul, dan pada bagian betonisasi tidak full bekisting, diduga tidak sesuai spesifikasi ketebalan volume yang tercantum di RAB,”ucap Yayat, Sabtu (11/2).
Ia pun menilai, buruknya kualitas pelaksanaan proyek tersebut diduga karena lemahnya pengawasan yang dilakukan pihak dinas dan konsultan pengawas, pada saat kegiatan.
“Semestinya pihak konsultan pengawas dapat bekerja secara profesional, sehingga kualitas pekerjaan itu dapat dinikmati masyarakat dengan baik,” ungkapnya.
“Untuk itu, kami mendesak Dinas DBMSDA Kota Bekasi agar melakukan tindakan tegas kepada kontraktor, upaya perbaikan dengan cara diaspal,”tegas Yayat.
Reporter: Den
Editor: Redaksi
Leave a comment