Kembali Digelar Luring, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ke- 28 Diharapkan Lebih Baik

Dokumentasi Karnaval Budaya Tionghoa 2018 yang lalu di Yogyakarta

Yogyakarta (KM) – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima audiensi Panitia Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke XVIII 2023 di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Selasa (3/1).

Ketua Pelaksana PBTY Sugiarto yang ditemui usai beraudiensi dengan Sri Sultan mengutarakan, Gubernur DIY berharap penyelenggaraan event tahunan tersebut dapat diselenggarakan lebih baik dari penyelenggaraan pada tahun sebelum pandemi.

“Arahannya dari Pak Gub tetap karena mungkin kita sudah yang ke-18 jadi tidak jauh berbeda. Semoga tahun ini jauh lebih baik daripada tahun sebelum pandemi,” tutur Sugiarto.

Sugiarto menambahkan, pada tahun 2023 ini, PBTY XVIII memang akan kembali digelar secara luring, setelah dua tahun terakhir diselenggarakan secara daring akibat pandemi Covid-19. Bertempat di kawasan Ketandan, Kota Yogyakarta, apabila sesuai rencana, event tersebut akan berlangsung pada 30 Januari hingga 5 Februari 2023 mendatang.

Advertisement

“Kita setiap tahun selalu mengadakan Pekan Budaya Tionghoa ini yang sudah ke-18. Karena kemarin pandemi, jadi di 2021 dan 2022 kami tidak bisa melaksanakan secara offline, kita adakan secara online. Untuk yang ke-18 ini bila tidak ada halangan, kita akan mengadakan di tanggal 30 Januari sampai tanggal 5 Februari. Itu bertempat di Ketandan dari Ketandan Wetan sampai Ketandan Kulon,” imbuhnya.

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: