Indonesia Calonkan Lagi Sebagai Anggota Dewan International Maritime Organization
Selanjutnya Dirjen Arif juga menyampaikan bebapa hal penting yang perlu disiapkan antara lain adalah terkait strategi pemenangan yang efektif dan roadmap kegiatan yang meliputi rangkaian kampanye dan kegiatan di dalam negeri dan luar negeri.
“Setelah dua hal tersebut dapat disiapkan dengan matang, maka langkah selanjutnya adalah: pembentukan Tim Pemenangan dan Tim Lobi serta penyusunan bahan kampanye seperti aide memoire atau materi utama kampanye” kata Arif.
Lebih detail Dirjen Arif menjelaskan bahwa dalam penyusunan strategi pemenangan, ada beberapa hal penting yang akan menjadi perhatian dan pertimbangan yaitu, Pertama terkait Isu global di bidang pelayaran, seperti Pandemi yang menyebabkan krisis pelaut, Sidang COP 26 yang mendorong ambisi net zero emission secepatnya, Perang Rusia-Ukraina yang berdampak adanya krisis rantai pasok makanan dan energi dunia, dirumuskannya Blue Safe Corridor di IMO untuk menyelamatkan kapal dan pelaut di daerah krisis serta dirumuskannya Black Sea Grain Initiative di PBB untuk membuka jalan distribusi bahan makanan dari Ukraina ke dunia
Kedua adalah Peran aktif Indonesia di organisasi, dimana Indonesia adalah salah satu inisiator resolusi penetapan pelaut sebagai pekerja kunci saat pandemi di PBB, dengan adopsi dokumen A/75/L.37 oleh Majelis Umum PBB pada Desember 2020, serta Indonesia juga koordinator correspondence group untuk menyusun panduan dalam menghadapi penelantaran pelaut di IMO Legal Committee, dan saat ini hasil pembahasan tersebut diteruskan untuk dibahas dalam Joint ILO–IMO Tripartite Working Group to identify and address seafarers’ issues and the human element
“Sedangkan hal penting lain yag harus menjadi perhatian adalah Implementasi instrumen-instrumen IMO, Kepatuhan/compliance terhadap instrumen-instrumen IMO dalam mempertahankan status white list dalam Tokyo MOU sebagai flag state dan status white list kepelautan terkait STCW dan MLC serta penyempurnaan peraturan perundang-undangan di Indonesia” tutup Arif.
Sebagai informasi, Kick-off Meeting Pencalonan Kembali Indonesia sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2024-2025 dilaksanakan secara hibrid dan dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pemeriksa Keuangan RI, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sekretariat Kabinet, Pushidrosal, Basarnas, Bakamla, KBRI London, dan unit kerja terkait di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Sedangkan Narasumber pada Pertemuan ini adalah para pejabat dari instansi yang terkait langsung dengan pencalonan di IMO ini yaitu dari BPK, Kementerian Luar Negeri dan internal Kementerian Perhubungan dengan metode penyampaian materi adalah dengan metode presentasi dan diskusi interaktif.
Rep: HSMY
Editor: Red1
Leave a comment