Hampir 4 Bulan Program RUTILAHU Desa Junti Serang Tak Kunjung Selesai

Program Rutilahu tak kunjung selesai di Kabupaten Serang

SERANG (KM) – Pasca dibongkarnya 18 rumah di Desa Junti, penerima program Rumah Tidak Layak Huni ( RUTILAHU ) dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Serang, sejak 4 bulan yang lalu hingga saat ini belum juga selesai.

Satu dari 18 rumah yang dibongkar adalah milik Bana (58), warga Kampung Wanasari Kidul, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, kabupaten Serang, yang saat ini kehidupannya terlunta-lunta dan harus tinggal di rumah sanak saudara atau tetangga untuk dijadikan tempat tinggal sementara.

Bana juga menjelaskan sudah hampir 4 bulan rumah dibongkar.  “Sama dengan 17 rumah yang lainya yang mendapatkan bantuan RUTILAHU, hingga kini belum juga selesai.  Kalau malam saya tidur di tempat seadanya, kadang numpang di saudara bahkan tetangga,kami memohon untuk secepatnya pak diselesaikan,” ucapnya,Rabu (20/12).

Dirinya juga mengeluhkan keterlambatan matrial sehingga proses pengerjaanpun menjadi terhambat. “Dan rumah yang dibangun juga sempat roboh terkena angin kencang karena kekurangan bahan matrial  untuk pengecoran sehingga lambatnya  pengerjaan membuat bangunan terbengkalai,” ujarnya.

Ditempat berbeda, Dudi selaku staff  Desa Junti mengatakan bahwa pihak desa hanya  mengawasi  saja dan berkordinasi dengan matrial untuk kebutuhan RUTILAHU tersebut.

“Sedangkan informasi dari pihak Perkimpun sangat minim sehingga kami tidak mengetahui apa yang menjadi kendala atas keterlambatan pengerjaanya.padahal program ini di laksanakan pada bulan September sedangkan ini sudah bulan Desember berjalan hampir 4 bulan,” ungkapnya.

Dalam hal ini Dudi juga menghimbau untuk masyarakat penerima program RUTILAHU dimohon untuk bersabar semoga diakhir tahun program ini bisa selesai.

“Meminta pihak- pihak terkait bisa menuntaskan  program RUTILAHU ini secepatnya karena sudah terlalu lama warga penerima RUTILAHU harus berteduh dan tidur ditempat yang tidak menentu,” ungkapnya.

Reporter: AL

Editor: Red1

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*