Saep Tak Sanggup Biayai Ongkos Berobat di RSCM, HILMI Bogor Buka Open Donasi

relawan Hilal Merah Islam (HILMI) Kabupaten Bogor memberikan bantuan pada Saep,

BOGOR (KM) – Karena tak memiliki biaya untuk berobat, Saep (43) warga Desa Sukadamai RT 001 RW 001 Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, harus menahan rasa sakit selama 7 tahun di bagian matanya yang terluka.

Awalnya, Saep mengalami kecelakaan lalu lintas di Jonggol 7 tahun yang lalu. Mobilnya menabrak truk pengangkut bambu yang mengakibatkan wajah dari Saep terluka parah. Tengkorak di wajahnya patah dan ia harus kehilangan mata kirinya.

Menurut tetangganya Iwan, saat itu Saep sempat menjalani operasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta ditemani oleh istri dan juga anaknya yang berumur 5 bulan.

Pasca operasi, Saep harus kontrol kesehatan. Namun, karena keterbatasan biaya, ia harus menjual perabot rumah tangganya untuk ongkos perjalanan ke rumah sakit.

Selama 7 tahun pasca operasi, ternyata Saep tidak pernah mengganti pen yang dipasang di tengkorak lubang matanya yang seharusnya diganti per 5 tahun lantaran tidak mampu menanggung biayanya. Akibatnya, Saep selalu merasakan sakit, perih dan bahkan sering keluar cairan nanah dari matanya yang luka.

Advertisement

“Saat ini Saep yang bekerja serabutan sebagai pencari kayu bakar untuk dijual hanya bisa pasrah menahan sakit dan perih di matanya dan berharap ada keajaiban dari Tuhan dan bantuan dari dermawan karena jangankan untuk berobat untuk makan pun tidak cukupi,” lanjutnya.

Beberapa hari yang lalu, relawan Hilal Merah Islam (HILMI) Kabupaten Bogor memberikan bantuan dengan membayarkan tunggakan BPJS Kesehatan milik Saep dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Ummi Bogor dan ternyata dirujuk kembali ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk penanganan lebih lanjut.

Kejadian ini membuat relawan kemanusiaan HILMI terdorong membuka open donasi untuk membantu biaya berobat Saep yang harus segera di operasi kembali. Sampai berita ini ditayangkan, Saep dikabarkan belum menjalani operasi yang dibutuhkannya itu.

Reporter: Bayu

Editor: Red1

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: