MUI Kota Bogor Gelar Raker, Lantik Pengurus Kecamatan dan Kelurahan

BOGOR (KM) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor menyelenggarakan rapat kerja (Raker) sekaligus melaksanakan pelantikan pengurus MUI Kecamatan dan Kelurahan se Kota Bogor, di Hotel Onih, Minggu 31/7.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim, Kepala BPJS, Dewan Pertimbangan MUI Kota Bogor, Ketua MUI Kota Bogor, pengurus MUI Kota Bogor, para pengurus MUI Kecamatan dan Kelurahan se- Kota Bogor.

Sekretaris Umum MUI Kota Bogor Ade Sarmili mengatakan bahwa agenda raker cukup padat, karena juga memproklamirkan MUI sebagai “garda terdepan pembinaan keummatan, pelayan ummat dan pelindung ummat.”

“Jadi wajar pemerintah memberikan bantuan kepada MUI Kota Bogor, karena MUI mengerjakan apa yang tidak bisa pemerintah lakukan, dan MUI bisa dan mampu. Oleh karenanya MUI akan mendesain program setahun kedepan,” ujarnya.

“Alhamdulillah, dari nomor nominatif hibahnya, jadi jangan kecil-kecil bantuannya. Kita punya 12 komisi pak wakil,” kata Ade yang juga ketua panitia kegiatan Raker.

Lebih jauh Ade mengatakan, kegiatan raker ini juga menjadi bahan kerja yang akan dilaksanakan ke depan, sehingga MUI Kota Bogor memiliki grand desain dalam mewujudkan visi dan misi MUI Kota Bogor.

“Kami akan merumuskan program selama 2023, seperti apa programnya, bagaimana menunya. Ini sanget urgent menjadi asas untuk bekerja kami ke depan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Bogor, KH. TB Muhyidin mengatakan, rentang 2 hari dari pergantian Tahun Baru Islam dari 1443 ke 1444 menjadi momentum yang baik untuk MUI Kota Bogor sebagai “representasi dari hijrah.”

“Ini menjadi momentum bersama, kita pun harus melaksanakan hijrah, pengurus MUI kota, kecamatan,dan kelurahan harus hijrah,” kata Tb. Muhyidin.

Advertisement

“Karena, MUI akan berhadapan dengan orang-orang cerdas, karena kondisi masa depan terus berubah, makanya para pengurus MUI harus mengikuti perkembangan perubahan tetapi harus tetap berpegang kepada Al Quran dan Hadits,” jelasnya.

“Karena yang kita hadapi manusia-manusia cerdas, salah satunya kalau kita mau gak ketinggalan anak didik, pondok harus punya sekolah. Jadi kita harus menyesuaikan, sesuai dengan perubahan zaman. Kecuali di dalam tubuh kita, itu mah hukum alam. Dari muda ke tua, itu hukum alam. Maka, siapkan kader-kader dari para kyai-kyai muda yang ada di MUI,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Wakil Walikota Bogor mengatakan bahwa tema raker MUI Kota Bogor “sangat sejalan dengan visi Kota Bogor,” yang hendak menjadikan Bogor sebagai sebuah kota yang ramah untuk keluarga.

“Betul, pembangunan bukan hanya fisik, tapi manusianya, jadi keluarga menjadi salah satu visi dan misi Kota Bogor,” kata Dedie.

Di antaranya, lanjut dia, misinya ada 3, yaitu menjadikan kota yang sehat, kota yang cerdas dan kota yang sejahtera.

“Nah, ini bagaimana peran MUI sebagai mitra atau pelayan ummat ikut mendukung visi misi ini berhasil,” lanjutnya.

“Kemudian, kendala Kota Bogor menjadi pemikiran kita bersama, maka rekomendasi-rekomendasi yang nanti disampaikan kepada pemerintah sangat penting, misalnya mendorong pembangunan atau pendirian sekolah SMA di kecamatan di Kota Bogor. Mencegah pernikahan dini, ini tantangan kita bersama,” tutup Dedie.

Reporter : Ki Medi

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: