Wali Kota Bekasi Kena OTT KPK, HMI Bekasi : “Mencerminkan Perilaku Yang Tidak Baik”

Fungsionaris HMI Bekasi, Khaqim Nurjawahi. (Dok. KM)
Fungsionaris HMI Bekasi, Khaqim Nurjawahi. (Dok. KM)

BEKASI (KM) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 9 orang sebagai tersangka, termasuk Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dalam kasus dugaan suap terkait lelang jabatan serta pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Bekasi.

Menanggapi persoalan itu, fungsionaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi, Khaqim Nurjawahi, turut berkomentar. Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Rahmat Effendi sudah mencerminkan perilaku yang tidak baik.

“Tentu ini menjadi tamparan nyata, dengan banyaknya prestasi yang didapatkan Pemerintah Kota Bekasi yang dinodai dengan adanya kasus ini. Mengingat bahwa dulu pada 2008 Bekasi juga pernah didatangi oleh KPK, yang artinya bahwa sejatinya sampai saat ini masih ada oknum-oknum yang sengaja dan sadar mendulang keuntungan di tengah kondisi ambiguitas dalam era disrupsi saat ini,” kata Khaqim Nurjawahi melalui keterangan tertulisnya, Jumat 7/1.

Dalam keterangannya, Khaqim juga mengapresiasi kinerja KPK dalam menjalankan fungsinya.

“Atas terungkapnya kasus di kota Bekasi, akhirnya menyadarkan bahwa harus ada kontrol sosial yang dilakukan untuk mewujudkan kota yang bersih dari suap dan korupsi, tentu hasil ini menjadi apresiasi kinerja KPK dalam menjalankan fungsi dan tugasnya,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Khaqim, adanya fenomena tersebut perlu peranan tokoh masyarakat, pemuda dan mahasiswa dalam mengawal dan mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan eksekutif maupun legislatif di daerah yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Dalam situasi seperti ini tentu harapan besar masyarakat dalam menunggu keputusan KPK dengan hasil yang terbaik untuk kota Bekasi, benar atau tidaknya temuan di Bekasi tentu harus benar-benar diselesaikan dengan memberantas segala bentuk tindakan pidana suap, korupsi dan bahkan lelang jabatan yang dilakukan oleh siapapun di kota bekasi,” bebernya.

“HMI Bekasi berharap besar, agar KPK berkerja secara objektif dalam menindak secara hukum yang berlaku sebagai landasan agar Kota Bekasi tebebas dari belenggu kejahatan dan kezaliman oknum-oknum yang melakukan tindakan tersebut,” lanjutnya.

“Harapan besar untuk pemerintahan Kota Bekasi kedepannya dengan adanya kasus ini, menjadi cerminan agar lebih credible dan capable dalam menjalankan tanggung jawab dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkas Khaqim.

Reporter : KM Bekasi

Editor : Soe°

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: