Rayakan Milad Ke-46, Perguruan Maung Pande Gelar Festival Pencak Silat

PANDEGLANG (KM) – Kegiatan Festival Pencak Silat sekaligus Milad Perguruan Maung Pande yang ke-46 diselenggarakan di Kecamatan Menes, Provinsi Banten tepatnya di Gedung Balai Eks Kawadanan Menes, Sabtu 18 Desember 2021.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pandeglang, IPSI Provinsi Banten, Wakil DPRD Provinsi Banten, para tokoh Jawara Seni Budaya Pencak Silat dari berbagai daerah di Provinsi Banten, serta perwakilan Jawa Barat dan DKI.

Surya Galung selaku Guru Besar Perguruan Maung Pande sekaligus penanggung jawab acara mengatakan bahwa acara festival yang digelar ini sudah menjadi agenda tahunan Perguruan Silat Maung Pande.

“Alhamdulillah para pesertanya pun mencapai 200 peserta, dari Jawa Barat dan DKI juga turut hadir,” terang Surya kepada kupasmerdeka.com 18/12.

“Festival Pencak silat seni tradisional ini bertujuan menjalin silaturahmi antar perguruan juga sebagai bentuk kecintaan kami terhadap budaya Pencak silat agar berprestasi, karena selama ini pencak silat di wilayah Kabupaten Pandeglang dipandang sebelah mata, tidak ada perhatian dari pihak Pemerintah,” jelasnya.

“Untuk mengadakan festival pun, Kami iuran secara gotong royong dengan anggota. Alhamdulillah modal ini terkumpul kurang lebih 40 jutaan dan mudah-mudahan di tahun depan acara ini bisa dibiayai oleh pemerintah sepenuhnya,” ungkap Surya.

Sementara itu, Yoyon Sujana selaku Anggota Dewan Provinsi Banten dalam sambutanya menyatakan bangga terhadap budaya seni Pencak silat, karena merupakan warisan leluhur nenek moyang yang harus dilestarikan sampai ke anak cucu.

“Sebagai wakil rakyat tentu saya mengapresiasi terhadap kegiatan KONI Provinsi Banten dan KONI Kabupaten Pandeglang, yang notabene selalu konfirmasi terhadap seni budaya, baik seni silat, seni tari dan lainya,” ujar Yoyon

“Dengan demikian, bagi Ketua KONI dan Ketua IPSI Provinsi Banten jangan segan-segan bekerja sama dengan KONI Kabupaten, Kami dari Pemerintah Provinsi memberikan anggaran kepada KONI di Provinsi Banten setiap tahunnya bukan 10-20 juta, tapi puluhan Milyar, yang notabenenya untuk peruntukkan kegiatan IPSI dan lain-lain sebagainya,” lanjutnya.

Advertisement

Di tempat yang sama, Kadispora Kabupaten Pandeglang yang juga Ketua IPSI Kabupaten Pandeglang, Dadan Saladin, mengatakan dalam sambutanya, “Kami dari Pemerintah Daerah tetap akan mendukung semua kegiatan persilatan, karena sebagai jati diri budaya seni persilatan”.

“Perlu kita ketahui bahwa dua tahun ini, persilatan warisan nenek moyang leluhur kita juga sudah diakui oleh tingkat dunia, maka dari itu kami dari pemerintah daerah mensupport, agar pencak silat di Kabupaten Pandeglang melahirkan atlit-atlit silat berprestasi sampai ke tingkat dunia,” ucap Dadan.

Ajat Sudrajat, Ketua IPSI Provinsi Banten juga menyampaikan hal senada dalam sambutannya. Dirinya menegaskan bahwa budaya Pencak Silat adalah warisan budaya bangsa Indonesia yang merupakan warisan dari nenek moyang dan para Guru – guru besar asli nusantara.

“Inilah yang membuat kita peduli dan wajib melestarikan terhadap seni budaya, apalagi sekarang Pencak Silat ada di 70 negara,” terangnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Umum Maung Pande, Furqon Haitami menyatakan rasa syukur atas terlaksananya acara tahunan bagi perguruan Maung Pande tersebut.

“Berkat dukungan dan suport dari berbagai perguruan se-Banten, bahkan luar dari Banten pun menjadi bagian peserta fstival ini,” ucap abah Furqon kepada kupasmerdeka.com.

“Semoga acara Festival ini juga menjadi perhatian bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang maupun Provinsi, agar kedepan Pencak Silat di Kabupaten Pandeglang bisa terus eksis dan semakin banyak melahirkan atlit berprestasi yang mendunia,” pungkasnya.

Reporter : Acun S
Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: