Sikapi Dugaan Skandal Alat Tes PCR, Ratusan Mahasiswa Demo Tuntut Reshuffle Kabinet

Aksi Ratusan Mahasiswa BEM PTM zona 3 DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten (dok. KM)
Aksi Ratusan Mahasiswa BEM PTM zona 3 DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHAMKA Jakarta, ITBAD Jakarta, STKIP Muhammadiyah Bogor, Universitas Muhammadiyah Tanggerang, STIEM Jakarta, dan UM Cirebon yang tergabung pada BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Zona 3 DKI Jakarta Jawa Barat dan Banten menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara Jakarta, Rabu 10/11.

Kepada awak media, Hendi selaku Presidium Nasional BEM PTM Zona 3 DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten mengatakan bahwa aksi demo yang digelar tepat di momentum Hari Pahlawan tersebut merupakan refleksi untuk mengingat jasa para pahlawan sekaligus untuk menuntut pengusutan tuntas kasus alat tes PCR yang belakangan ini sedang hangat jadi perbincangan.

“Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan baru, mengatur ketentuan perjalanan dalam negeri semasa pandemi covid-19 di Indonesia, salah satu contohnya adalah terkait harga pemeriksaan screening virus corona menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan masa berlaku tes RT-PCR yang digunakan sebagai syarat dalam berbagai moda transportasi di Indonesia,” ujar Hendi kepada awak media ini.

Menurut Hendi, adanya aroma permainan harga dalam kebijakan wajib PCR di beberapa moda transportasi di Indonesia membuat masyarakat bingung dan tercengang tatkala kebijakan tersebut banyak menuai kritik dari masyarakat dengan membandingkan tarif yang dikenakan di India berbeda jauh dengan kebijakan tarif di Indonesia, bahkan belakangan semakin jelas adanya dugaan keterlibatan dua menteri Presiden Jokowi dalam skandal bisnis PCR di masa pandemi covid-19.

“Apalagi dari kebijakan pemerintah ini perihal harga PCR berubah-ubah mulai dari kisaran 1.000.000 ke atas turun menjadi Rp 900.000 di bulan Oktober 2020, dan 10 bulan kemudian turun lagi menjadi Rp495.000 – Rp525.000, dan terakhir pada 27 Oktober lalu pemerintah menurunkan kembali harga tes PCR sampai sekarang hingga ke harga Rp250.000, tentu hal ini menjadi persoalan yang fundamental yang harus ditegaskan pemerintah agar tidak lagi membebani rakyat,” terang Hendi.

Advertisement

“Maka dari itu Kami BEM PTM Zona 3 mendesak Presiden Joko Widodo untuk menindak dan turut andil kepada persoalan ini, apalagi diduga, 2 menterinya yaitu Menteri Marves dan Menteri BUMN, terlibat pada bisinis PCR tersebut. Tentu ini harus menjadi atensi khusus agar kedua menteri ini di reshuffle dari kabinet Indonesia Maju, karena diduga telah mencederai nawacita Presiden Joko Widodo,” tegasnya.

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan dalam aksi tersebut, diantaranya :

  1. Meminta Menteri Marves dan Menteri BUMN mengembalikan uang rakyat yang diraup dari keuntungan PCR.
  2. Meminta pemerintah Republik Indonesia untuk mengaudit uang rakyat kepada semua PT yang terlibat pada bisnis PCR itu karena diduga merugikan uang rakyat.
  3. Mendesak pemerintah Indonesia agar segera stop mafia PCR yang diduga telah membodohi rakyat.
  4. Mendesak Presiden Joko Widodo tegas dalam pengambilan sikap terkait pejabat yang ikut terlibat pada bisnis PCR dan mereshuffle 2 menteri itu.
  5. Meminta pemerintah tidak main-main terhadap kemaslahatan rakyat.
  6. Mendesak Ketua KPK segera mengaudit rekening koran Menteri Marves dan Menteri BUMN.

Reporter: ddy

Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: