Kondisi Jalan Raya H. Bosih Makin Rusak Kendati Baru Diperbaiki, Warga Desak Pekerjaan Dibongkar

Warga tuntut perbaikan jalan rusak

BEKASI (KM) – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, melaksanakan pembangunan infrastruktur di beberapa wilayah jalan. Namun, sebagian itu sudah terlihat rusak.

Melihat kondisi jalan yang banyak terjadi kerusakan, Pemkab Bekasi mengucurkan anggaran miliaran rupiah dari APBD tahun 2021 untuk perbaikan jalan.

Salah satunya, jalur kampung selang Jalan H. Bosih, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung. Kondisi jalan yang sangat rusak dikeluhkan para pengendara yang melintas.

Perbaikan jalan pun disambut baik oleh warga. Proyek perbaikan tersebut dilaksanakan oleh rekanan DSDABMBK Kabupaten Bekasi, CV. Varforcea Nowly, dengan nilai anggaran Rp2.299.000.000 dan total volume panjang 652 meter.

Mirisnya, proyek baru saja dikerjakan rampung kurang lebih satu bulan, sudah terjadi retak-retak.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian pada (Wasdal) DSDABMBK Kabupaten Bekasi, Prima, beberapa waktu lalu dimintai tanggapan terkait kondisi pekerjaan yang baru dikerjakan sudah mengalami keretakan, sampai terlihat rusak di beberapa ruas titik badan jalan. “Untuk keretakan kondisi di lapangan saya sarankan kepada pihak ketiga untuk diinjeksi beton mengisi keretakan sampai ke dasar,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Hidayat, warga Wanasari, mengaku sangat kesal dengan pernyataan pihak Dinas. Menurut dia, kalau hanya diinjeksi saja, dikhawatirkan daya tahannya tidak akan lama dan pasti terjadi kerusakan kembali.

Advertisement

“Yang perlu harus dimengerti, kami juga punya hak untuk protes, sebab uang yang dipakai untuk membangun itu berasal dari hasil pajak masyarakat yang setiap tahunnya wajib pembayar pajak,” ungkap Hidayat kepada kupasmerdeka.com, Senin 18/10.

Lanjut dia menjelaskan, dugaan proyek pembangunan Jalan H. Bosih Wanasari dikerjakan tidak sesuai juknis RAB. “Kami sebagai masyarakat menegaskan Dinas DSDABMBK Kabupaten Bekasi agar segera melakukan ketegasan kepada kontraktor CV. Varforcea Nowly, untuk membongkar proyek yang mereka kerjakan sudah mengalami keretakan dan rusak,” ujarnya.

“Karena pembangunan ini menggunakan uang rakyat, kalau tidak segera dibongkar kami meminta Badan Pengawasan Keuangan (BPK) segera turun untuk mengaudit seluruh proyek infrastruktur yang ada di Kabupaten Bekasi yang juga bermasalah,” tegasnya.

“Sejauh ini, diketahui bahwa keretakan yang paling parah tercatat ada 32 titik, bahkan struktur dari beton sendiri sudah terjadi kerusakan,” tutup Hidayat.

Reporter: Den KM
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: