IPSI Kota Bogor Desak Bahlil Lahadalia Minta Maaf Atas Komentarnya Tentang “Pencak Silat” Pengusaha Nakal

Menteri Ivestasi/ Kepala BPM Republik Indonesia Bahlil Lahadalia (Foto: youtube.com)

BOGOR (KM) – Ucapan yang dilontarkan Menteri Investasi/Kepala BKPM Republik Indonesia Bahlil Lahadalia menuai banyak kecaman dari berbagai kalangan perguruan silat dan juga organisasi-organisasi pencak silat. Istilah pengusaha nakal dengan “pencak silat”, yang dilontarkan Bahlil dikatakan sangat melukai perguruan-perguruan pencak silat yang tersebar di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Provinsi Banten.

Merespon hal tersebut Pengurus Ikatan Pecak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bogor mendesak Bahlil membuat pernyataan pencabutan ucapannya dan permohonan maaf kepada para pelaku seni pencak silat.

“Jangan lupakan sejarah, pencak silat sebagai bela diri asli bangsa Indonesia, dan ikut memberi andil besar dalam berjuang bersama-sama mengahantarkan kemerdekaan bangsa Indonesia,” katanya.

“Ya ucapan seorang menteri ini sangat melukai hati dan kekecewaan atas pernyataan itu. Pernyataan Menteri Bahlil memberi kesan telah merendahkan martabat komunitas pencak silat, sehingga bisa menjadi sumber masalah di negeri ini,” ungkap Ketua IPSI Kota Bogor Subono dalam pers rilis yang diterima kupasmerdeka.com, Selasa 17/8.

“Kami selaku Pengurus IPSI Kota Bogor, selaku induk organisasi olah raga Pencak Silat di Kota Bogor menyatakan sangat keberatan dan kecewa,” tambahnya.

Bono, panggilan akrab Subono, mengatakan bahwa berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya meminta Menteri Bahlil berkenan mencabut pernyataan yang dimaksud dan meminta maaf kepada seluruh komunitas pencak silat Indonesia.

“Ini agar kehadiran di lingkungan masyarakat segera mereda (tidak berkelanjutan), tidak merusak citra pencak silat yang telah diakui UNESCO, dan tidak mengganggu pemerintah yang mencanangkan program Pencak Silat Road to Olympics

Advertisement
,” pungkas Bono.

Dilansir dari detik.com, Bahlil Lahadalia membeberkan bahwa dengan adanya OSS maka para pengusaha nakal, yang diistilahkan Bahlil tukang ‘pencak silat’ atau ‘kungfu’ tidak bisa lagi bermain-main.

“Jadi (OSS) ini memudahkan betul, tidak perlu lagi ketemu-ketemu pejabat terlalu banyak selama dia benar, jangan pengusaha pencak silat. Kalau pengusaha pencak silat, kungfunya banyak pasti harus ketemu karena harus luruskan kungfu-kungfunya itu,” kata Bahlil dalam webinar OSS tersebut.

OSS, lanjut dia ada untuk membantu pengusaha-pengusaha dalam mengurus izin berusaha secara baik dengan memangkas birokrasi, biaya, waktu, dan menciptakan transparansi.

“Kalau pengusaha tukang kungfu nggak bisa barang ini. Nah kita kan tukang kungfu juga dulu, jadi kita tahu. Nah yang baik-baik aja ini barang.  Pengusaha yang pencak silatnya banyak wajib kita tahan supaya jangan membuat masalah di negara ini,” lanjut Bahlil.

Dia menerangkan bahwa tidak semua pengusaha itu baik. Pengalamannya memimpin di Kementerian Investasi, para pengusaha ini memiliki kreativitas yang tinggi dalam menghadapi regulasi atau aturan yang ada.

“Kami di Kementerian Investasi ini antara regulasi dan intuisi pencak silatnya (pengusaha) sahabat-sahabat lama saya itu harus berimbang, karena kalau tidak, kreativitas pencak silat ini lebih tinggi daripada regulasi kekinian. Jadi kungfunya itu betul-betul kita harus mampu mendeteksi secara dini,” tambah Bahlil.

Reporter: Ki Medi

Editor: MSO

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: