BIN Jambi Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19 dengan Metode Door to Door

Dr. Adithiya Diar, SH, Direktur Lembaga dan Bantuan Hukum Garuda Jambi

JAMBI (KM) –  Direktur Lembaga  Kajian dan Bantuan Hukum Garuda,  Adithiya Diar bersama Badan Intelijen Nasional Daerah (BINDA) Provinsi Jambi menyampaikan teror covid-19 hingga saat ini masih terus mengintai layaknya sebuah kejahatan terorisme. Hal ini dikatakannya melalui sambungan telepon Sabtu 24/7.

“Covid-19 akan terus menjadi momok yang menakutkan di tengah perkembangan era milenial. Varian terbaru juga siap menerkam korban tanpa memandang status sosial. Bahkan keberadaan covid-19 sangat terasa pengaruhnya terhadap ekonomi sebagian masyarakat. Sehingga tak heran, jika covid-19 sudah layak untuk diperangi secara bersama-sama,” ujar Adithiya.

“Penanganan terhadap penyebaran covid-19 yang dilakukan pemerintah patut diacungi jempol, terutama program vaksin gratis bagi masyarakat. Namun semuanya akan berhasil jika seluruh lapisan masyarakat menyadari betapa pentingnya vaksin sebagai upaya atau bagian dari ikhtiar untuk menjaga imun tubuh terhadap penularan covid-19 secara luas,” kata Adithiya.

Walaupun Adithiya bukan sebagai seorang yang berprofesi tenaga medis, tentu tidak menyurutkan pandangan yang berbeda untuk mensukseskan kebijakan pemerintah guna menangani covid-19, salah satunya adalah program vaksinasi.

Sejak program vaksinasi covid-19 dicanangkan oleh pemerintah, kegiatan ini mendapatkan tanggapan positif dari berbagai pihak. Setidaknya ada beberapa tempat yang disediakan oleh pemerintah untuk pelaksanaan vaksinasi.

Berdasarkan Pasal 21 ayat (2) Peraturan Menteri Kesehatan No. 10 Tahun 2021, yang menyatakan bahwa Pelayanan Vaksinasi Program dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau masyarakat/swasta berupa Puskesmas dan Puskemas pembantu, klinik, rumah sakit, dan/atau unit pelayanan kesehatan di Kantor serta Kesehatan Pelabuhan.

Advertisement

“Dari ketentuan tersebut jika dihubungkan dengan pembatasan peserta dalam sebuah kegiatan, tentu kurang maksimal untuk diterapkan. Penularan yang cepat ditambah dengan terbatasnya tempat untuk pelaksanaan vaksinasi, tentu akan jadi persoalan baru,” papar Adithiya.

Oleh karenanya diperlukan sebuah kebijakan agar pelaksanaan vaksinasi dapat sesegera mungkin. Salah satunya dengan tindakan aktif pemerintah dalam memberikan vaksin kepada masyarakat, atau dengan kata lain pemerintah harus mengejar bola dalam pelaksanaan vaksinasi.

Upaya tindakan aktif pemerintah kepada masyarakat berupa program vaksinasi door to door seperti yang dicanangkan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). “Langkah ini merupakan tindakan yang sangat tepat untuk mencegah ancaman covid-19 yang dinilai sangat berbahaya terhadap keamanan manusia,” katanya.

“Apabila covid-19 dianggap sebagai ancaman terhadap keberagaman umat manusia, maka vaksinasi door to door merupakan salah satu tindakan yang tepat untuk melindungi masyarakat secara sigap dan sekaligus sebagai upaya menurunkan penyebaran covid-19. Apalagi dari hasil laporan Gugus Tugas yang menunjukan kenaikan angka terinfeksi, maka vaksinasi kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan,” ujar Adithiya.

Selain itu Pejabat BINDA Jambi  menyampaikan beberapa negara seperti Amerika Serikat dan India juga pernah menerapkan metode vaksinasi door to door.

Program ini dianggap solusi yang efektif dalam rangka membantu masyarakat guna menekan laju penyebaran covid-19. Dengan demikian target herd immunity (kekebalan komunal) di tengah masyarakat bisa dengan cepat tercapai.

Reporter: Muslimin

Editor: MSO

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: