Banyak Kursi Kuota Siswa di SMA Negeri Kota Bogor Diduga Dikosongkan

Ilustrasi penyelidikan PPDB oleh Ombudsman
Ilustrasi penyelidikan PPDB oleh Ombudsman

BOGOR (KM) – Seiring mencuatnya dugaan peserta didik siluman yang diterima dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur afirmasi bagi peserta didik berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) di SMA Negeri 1 Kota Bogor, Ombudsman Jakarta Raya mempublikasikan temuan beberapa dugaan maladministrasi PPDB tingkat SMA/SMK di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Seperti dilansir infofaktual.net kemarin 9/7, Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman Jakarta Raya, Rully Amirulloh di Jakarta menjelaskan adanya temuan itu (maladministrasi) pada proses pengusulan kuota siswa, penilaian jalur prestasi dan kuota lebih siswa yang tidak lapor diri ke sekolah yang dituju.

“Di beberapa SMA di Kota Depok, kami menemukan adanya ketidaksesuaian dari yang diusulkan dengan apa yang dipublikasikan,” katanya.

Dia menambahkan, berdasarkan penelusuran tim pemeriksa, ditemukan ketidaksesuaian jumlah pengusulan rombongan belajar dengan yang dipublikasikan di laman PPDB Jawa Barat.

“Di salah satu sekolah di Depok, ditemukan indikasi pengosongan satu rombongan belajar sejumlah 36 Calon Peserta Didik Baru (CPBD) yang tidak masuk melalui sistem daring,” ujar Rully.

Sebelumnya Kepala Sekolah SMAN 1 Bogor Bambang menjelaskan, 11 peserta didik SMAN 1 Kota Bogor yang secara tiba-tiba diterima dalam jalur afirmasi dari 39 yang diterima, merupakan peserta didik yang diterima pada pilihan kedua jalur afirmasi di SMAN lainnya.

“Jadi yang daftar ke SMAN 1 Kota Bogor memang 28 peserta didik, yang 11 itu diterima karena pilihan keduanya ke SMAN 1 Kota Bogor, dari SMAN lain di Kota Bogor,” ungkap Bambang melalui sambungan telepon.

“Intinya tidak ada peserta didik siluman ya, kan kuota afirmasinya juga 46 peserta didik,” jelas Bambang.

Sementara dari penelusuran kupasmerdeka.com,

Advertisement
dugaan kejanggalan dalam PPDB SMAN di Kota Bogor bermunculan dengan banyaknya sisa kuota atau kursi untuk siswa/siswi dari berbagai jalur di SMAN yang tidak terpenuhi, sementara banyak peserta didik yang sudah tidak diterima di SMAN Kota Bogor.

Dari data dan informasi yang diterima, SMAN 1 Kota Bogor mempunyai kuota PPDB sebanyak 323 siswa, sementara jumlah siswa terdaftar yang diterima sebanyak 302 siswa, menyisakan 21 kursi. Hal serupa terjadi di SMAN 3 Kota Bogor, di mana dari kuota sebanyak 312 siswa, jumlah siswa yang diterima sebanyak 307 siswa, sehingga menyisakan 5 kursi.

Hingga berita ini ditayangkan, dugaan pengosongan kursi di SMA negeri ini dan tujuannya masih sedang ditelusuri.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: