Pakai APD Lengkap, Bupati Jepara Pantau Langsung Pemulasaraan Jenazah Korban Covid-19 di RSI Sultan Hadlirin

JEPARA (KM) – Bupati Jepara Dian Kristiandi menyaksikan langsung prosesi pemulasaraan jenazah pasien probable covid-19 di kamar mayat Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Hadlirin, Selasa malam 4/5.

Pria yang akrab disapa Andi itu hadir mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), begitupun dengan para petugas pengurus jenazah, serta satu orang perwakilan keluarga memakai APD lengkap. Sementara keluarga jenazah yang lain hanya diperbolehkan melihat dari balik pintu yang sebagian terbuat dari kaca.

“Pihak keluarga, istri, menyaksikan secara langsung dan ikut juga mengambil bagian dalam memandikan almarhum suaminya,” ujar Bupati.

Andi mengaku ingin meyakinkan warganya jika proses pemulasaraan jenazah yang meninggal akibat infeksi virus corona di RSI sudah sesuai dengan syariat. Di samping itu sesuai standar operasional prosedur (SOP), atau protokol kesehatan yang berlaku.

“Tadi telah sama-sama kita saksikan prosesi, mulai dari memandikan, mengkafani, dan menyaksikan saat disalati, untuk itu warga diharapkan tidak lagi khawatir, dengan proses pemulasaraan jenazah covid-19 di rumah sakit, hingga prosesi penguburan,” jelasnya.

Sebelumnya, ramai keraguan warga soal penyucian jasad korban virus corona dengan metode tayamum. Padahal prosedur tersebut juga telah sesuai ketentuan syariat dan atas dasar fatwa Majelis Ulama Indonesia.

Kendati demikian, untuk menjawab keraguan tersebut, pertama kalinya pihak RSI Sultan Hadlirin mengganti metode pemulasaraan jenazah pasien covid-19, yakni yang semula dengan cara tayamum, kini menggunakan air yang mengalir.

Advertisement

Dalam kesempatan yang sama, Direktur RSI Sultan Hadlirin Gunawan Waluyo Sudarso menuturkan, penggantian metode ini merupakan komitmennya, menjawab aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat.

“Semoga saja insya Allah kami seterusnya bisa istiqamah. Kami mohon doa restu semoga menangani covid ini bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Sementar itu, Kepala Sub Bagian Bimbingan dan Pelayanan Islam RSI, Ahmad Fajar Inhadl menjelaskan beberapa SOP pemulasaraan jenazah pasien covid-19, dimulai dari ruang isolasi najis dibersihkan terlebih dahulu. Lalu lubang-lubang tubuh yang berpotensi menularkan virus ditutup, dengan kapas yang telah dibasahi klorin.

“Dari ruang isolasi, jenazah dibawa ke kamar mayat untuk dilakukan pemandian. Prosesnya sama seperti protokol sebelumnya. Namun, bedanya dahulu tayamum, sekarang digantikan dengan memandikan pakai air mengalir. Airnya air biasa yang dicampur klorin, selebihnya biasa,” terang pria yang juga penanggungjawab kamar jenazah RSI.

Pantauan di lapangan, selesai dimandikan dan dikafani, jenazah kemudian disalatkan. Tiga petugas RSI Sultan Hadlirin tampak khusyuk menunaikan salat. Sementara sang istri yang masih di dalam ruangan terlihat duduk, tak henti-hentinya menatap jasad suaminya di atas ranjang.

Bupati Jepara Dian Kristiandi yang telah keluar ruangan dan melepas pakaian pelindung, beranjak menghampiri keluarga yang lain di balik pintu. Ia mengucapkan dukacita atas meninggalnya salah satu anggota familinya.

Reporter: Once/DiskominfoJepara
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: