Pemkot Bogor Diminta Pertanggungjawabkan Puluhan Miliar Uang Negara yang “Nyangkut” di Proyek Masjid Agung Sebelum Dilanjutkan

Kondisi Masjid Agung Kota Bogor yang mangkrak (dok. Bogorkita.com)
Kondisi Masjid Agung Kota Bogor yang mangkrak (dok. Bogorkita.com)

BOGOR (KM) – Akhirnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap melanjutkan pembangunan Masjid Agung Kota Bogor yang mangkrak selama sekitar empat tahun. Masjid yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, tersebut akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp32 miliar dari APBD Kota Bogor tahun 2021.

Catatan panjang kisah pembangunan sarana ibadah umat Islam tersebut banyak menuai sorotan miring. Menurut data dan informasi yang dihimpun kupasmerdeka.com, pembangunan Masjid Agung dimulai sejak 2015 lalu, dengan bantuan Rp50 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) kala itu.

Namun, di tahun 2016 pembangunan terhenti lantaran dua kali mengalami gagal proses lelang proyek. Dan pada 2017 kembali proyek pembangunan dihentikan karena Inspektorat Jabar menemukan ketidaksesuaian proses pekerjaan dengan rencana awal pembangunan.

Hal ini menuai kritikan tajam dari pengamat kebijakan publik Muhammad Al Iksan. “Sejak awal sudah ada indikasi main-main dalam pengelolaan uang negara tersebut,” ungkap Al Iksan kepada kupasmerdeka.com, Minggu 4/4.

“Ya itu terbukti dan fakta, pertama sudah gagal lelang tahun 2016, lalu 2017 pembangunannya dihentikan kenapa? Inspektorat Jabar menemukan ketidaksesuaian proses pekerjaan dengan rencana awal pembangunan,” tambah Al Iksan.

“Dari sini dulu kita lihat, dari temuan Ispektorat Jabar ada kesalahan, diberhentikannya pekerjaan tersebut apa yang menjadi pertanggungjawaban pihak-pihak terkait, apa ada unsur main-main dengan uang negara itu. Nah ini harus diungkap secara jelas dulu, karena ada dosa yang harus dipertanggungjawabkan,” jelas Al Iksan.

Tidak sampai di situ saja, pada tahun 2018, pengerjaan kembali dilakukan Pemkot Bogor dengan anggaran Rp 8,6 miliar. Pengerjaan tersebut menghasilkan bangunan fisik mencapai sekitar 65 persen saja. Hingga pada tahun 2019, Pemkot Bogor kembali menyiapkan anggaran Rp15 miliar untuk pembangunan Masjid Agung Kota Bogor. Namun, Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan audit konstruksi Masjid Agung pada 2019 yang mengharuskan pembangunan dihentikan sementara.

Advertisement

“Ini kembali harus dulu dipertanggungjawabkan, karena APBD 2018 sebesar Rp8,6 miliar yang sudah dikeluarkan dan menjadi bangunan masjid yang tidak selesai itu, kemana saja, buat apa saja, dan kenapa kontraktor kembali gagal dalam menyelesaikan bangunan Masjid Agung?” ujar Al Iksan.

“Ya ini menjadi catatan dosa kedua, siapa saja yang harus bertanggungjawab, ini harus diungkap terlebih dahulu, jangan juga bertopeng ingin menyelesaikan sarana ibadah untuk masyarakat, tapi dosa terhadap uang negara diabaikan,” beber Al Iksan.

Lebih lanjut Al Iksan mengatakan, seharusnya dari catatan dosa yang belum diungkap tersebut, jangan sewenang-wenang saja Pemkot Bogor akan mengeluarkan anggaran APBD lagi, dengan nilai sekitar Rp32 miliar tahun 2021 ini.

“Harus ada kejelasan hukum terlebih dahulu dari dosa-dosa ke belakang tersebut, aparat hukum harus mengungkap dulu siapa saja yang telah menodai pembangunan tempat suci umat Islam tersebut,” tambahnya.

“Ya mandek Rp50 miliar anggaran Provinsi Jabar, APBD Pemkot Bogor tahun 2018 Rp8,6 miliar, pertanggungjawabkan dulu uang negara itu. Jangan seenaknya akan keluarkan anggaran lagi Rp 32 miliar tahun ini, itu sama saja memberi umpan garong uang rakyat,” pungkas Al Iksan.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*