Kades Jatibaru Ciasem Diduga Jual Beras Bantuan Bencana

Beras bantuan korban banjir di Desa Jatibaru, Kecamatan Ciasem, Subang (dok. KM)
Beras bantuan korban banjir di Desa Jatibaru, Kecamatan Ciasem, Subang (dok. KM)

SUBANG (KM) – Kepala Desa Jatibaru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, diduga menjual beras yang diperuntukkan bagi korban bencana banjir dan longsor. Sebanyak 8 ton bantuan beras dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu diterima oleh pihak Pendes, namun, diduga beras tersebut tidak seluruhnya dibagikan ke masyarakat, dan malah dijual ke bakul.

Menurut sumber berinisial RB pada wartawan, Senin 6/4 lalu, sekitar 3,5 kwintal beras bantuan telah dijual oleh seorang kepala dusun, Alim, kepada seorang bakul beras bernama Haji Herman, yang diangkut dari kantor desa ke pabriknya.

Tidak hanya menjual beras bantuan, Kades juga membeli mobil siaga desa jenis APV bernopol T1288 PN yang diduga bodong dan tidak terdaftar di Samsat Subang.

“Hal ini sudah ditangani oleh Inspektorat Daerah (IRDA) Kabupaten Subang dan ironisnya, mobil tersebut saat ini berpelat nomor merah nopol T 542 T, padahal sebelumnya plat nomor hitam,” tutur RB.

Adapun saat dikonfirmasi, Kadus Jatitoke, Alim, mengakui telah menjual beras bantuan atas perintah Kades Jaya.

“Benar saya telah menjual beras bantuan ke H. Herman, namun hal itu atas perintah pak Kades dengan kisaran beratnya 3 kwintalan seharga
680 ribu per kwintalnya,” ucap Alim.

Advertisement

Sementara H. Herman mengaku ditawari beras tersebut oleh Kadus Alim, bahkan berasnya diantarkan oleh Alim sendiri menggunakan kendaraan cator dan motor.

“Sehubungan kualitas berasnya jelek maka tidak jadi dibeli dan beras tersebut dibawa lagi oleh Kadus dan disimpan di kantor Desa Jatibaru,” ungkap Herman.

Saat dimintai keterangan pada Senin 6/4 lalu, Jaya, Kades Jatibaru, membantah telah menjual beras bantuan tersebut.

“Saya tidak menjual beras bantuan. Beras bantuan sudah disalurkan semua ke masyarakat. Adapun jika ada yang bilang saya menjual beras bantuan bencana, itu orang yang sentimen saja kepada saya selaku Kades,” ujar Jaya.

Adapun Engkos Kosasih, Sekjen LSM Pantura Pengawas, mengaku akan melaporkan temuan ini kepada aparat penegak hukum.

“Saya akan laporkan temuan dugaan penjualan beras bantuan ke pihak penegak hukum, setidaknya agar ada kejelasan dan tidak simpang siur pembicaraan warga Jatibaru khususnya. Namun, jika terbukti ada penyelewengan, berharap penegak hukum harus menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” terang Engkos.

Reporter: Lily Sumarli
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*