Kasus Bullying di SMAN 6 Tanjungbalai Diselesaikan dengan Mediasi di Kantor Dinas P3A dan PMK

TANJUNGBALAI (KM) – Akhirnya, Syukron bisa bernafas lega karena perlakuan perundungan atau bullying yang dia alami selama ini selesai setelah dimediasi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (P3A dan PMK) Darul Yana Siregar, didampingi oleh Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pelayanan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tanjungbalai Agus Salim Hutagalung di kantor Dinas P3A dan PMK Kota Tanjungbalai, dengan dihadiri pelaku bullying berta orang tua mereka, kepala sekolah SMAN 6 Tanjungbalai Toga Weni Rumapea, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Abdul Wahab
Senin 15/3.

Dalam pertemuan tersebut, orang tua pelaku bullying mengatakan siap bertanggung jawab atas kelakuan anak mereka dan siap mengganti semua kerugian material yang dialami Syukron. Kedua pelaku juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka ke depannya.

Di tempat yang sama, Kadis P3A dan PMK kota Tanjungbalai berharap semoga hal yang serupa tidak terulang lagi di sekolah-sekolah yang ada di Tanjungbalai dan kasus ini menjadi pembelajaran kepada yang lain kalau sikap bully

Advertisement
itu dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Semoga tidak ada kasus yang sama di kota ini apalagi di dunia pendidikan. Dan kasus ini bisa jadi pembelajaran bagi yang lain bahwa mem-bully orang lain dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” katanya.

Senada juga di katakan ketua (P2TP2A) Kota Tanjungbalai Agus Salim Hutagalung kepada awak media, yang mengimbau apabila ada perlakuan bully kepada anak-anak, segera diselesaikan secara kekeluargaan agar tidak berlarut-larut dan anak pelaku bully bisa diberi pembinaan.

“Peran semua pihak sangat dibutuhkan dalam pembinaan anak-anak, agar moralitas anak lebih baik dan kasus bully seperti ini tidak ada atau bisa diminimalkan,” katanya.

Orang tua Syukron, Ummi Roy mengaku sangat bersyukur, kasus anaknya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, dan anaknya tidak lagi takut ke sekolah.

“Alhamdulillah mediasi berjalan lancar. Terimakasih kepada semua pihak yang sudah memediasi. Saya berharap kasus yang sama tidak terulang lagi,” harapnya.

Reporter: Rizky
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: