Laboratorium Rujukan PCR Covid-19 RSUD M Yunus Bengkulu Siap Layani Pemeriksaan 300 Spesimen Per Hari

Gubernur Bengkulu Beserta Direktur RSUD M Yunus saat meresmikan Gedung Laboratorium PCR Covid-19 pada Senen,(08/02/2021).
Gubernur Bengkulu Beserta Direktur RSUD M Yunus saat meresmikan Gedung Laboratorium PCR Covid-19 pada Senen,(08/02/2021).

BENGKULU (KM) – Dalam upaya mempercepat proses tracking serta pemeriksaan sampel/spesimen virus corona, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menyiapkan laboratorium rujukan PCR di RSUD dr. M Yunus sebanyak 3 unit. Mulai saat ini, rumah sakit tersebut mampu melakukan pemeriksaan hingga 300 spesimen per hari.

Dikatakan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dengan dioperasikannya lab PCR ini ditargetkan pemeriksaan spesimen covid-19 bisa semakin cepat dan pemutusan mata rantai penyebaran covid-19 bisa segera dioptimalkan.

“Kalau ini khusus di RSUD M Yunus. Apalagi nanti yang ada di Bengkulu Selatan, kemudian 2 unit di Rejang Lebong didukung kabupaten lain, saya yakin akan semakin mempercepat proses tracking,” jelas Gubernur Rohidin usai meresmikan Gedung Lab Rujukan PCR Covid-19 RSUD M Yunus Bengkulu, Senin 8/2.

Lanjut Rohidin, selain ketersediaan alat, yang terpenting juga terkait SDM yang mengoperasikan dan mengelola lab PCR tersebut.

“Di samping alat tentu juga terpenting tenaganya. Makanya di Bengkulu Selatan dan Curup belum berfungsi, saya katakan kirimkan cepat tenaganya untuk dilatih di provinsi supaya bisa segera dioperasionalkan,” pungkasnya.

Advertisement

Direktur RSUD M. Yunus Bengkulu Zulki Maulub Ritonga menyebutkan, hingga saat ini terdapat 23.000 spesimen yang telah diperiksa dan 4.000 kasus lebih. Oleh karena itu dengan beroperasinya lab PCR ini, dipastikan pemeriksaan sampel bisa semakin cepat.

“SDM lab PCR covid-19 telah kita latih sebanyak 27 orang dan saat ini siap melaksanakan tugas secara baik. Jadi dengan beroperasinya lab PCR ini, tracking bisa semakin cepat,” ungkapnya.

Diketahui, kasus pertama terkonfirmasi positif covid-19 di Provinsi Bengkulu terjadi pada 31 Maret 2020, sedangkan pasien sakit sejak tanggal 24.

Pemeriksaan spesimen dilakukan di lab rujukan covid-19 Jakarta, dan butuh waktu kurang lebih 7 hari untuk memastikan diagnosa pasien tersebut.

Sampai dengan Mei 2020, spesimen covid-19 dari ODP ataupun PDP di Bengkulu dikirim ke lab di Palembang dan Padang dengan waktu pemeriksaan 10 hingga 20 hari.

“Waktu yang relatif lama tersebut dapat menghambat proses identifikasi dan pemutusan rantai penularan covid-19. Sehingga Pemerintah Provinsi Bengkulu berupaya untuk membuat laboratorium pemeriksaan covid-19 dalam rangka percepatan penanganan covid-19 di Provinsi Bengkulu,” tutup Zulki.

Reporter: KM Bengkulu
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: