Komisi II DPRD Kota Bogor Minta Satgas Saber Pungli Turun ke Teras Surken

Kawasan Teras Suryakencana, Kota Bogor (dok. instagram @bimaaryasugiarto)
Kawasan Teras Suryakencana, Kota Bogor (dok. instagram @bimaaryasugiarto)

BOGOR (KM) – Munculnya isu adanya pungutan liar (pungli) dalam penyewaan kios di Teras Suryakencana (Surken) yang belakangan ramai diperbincangkan membuat Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Rusli Prihatevy, angkat bicara.

Politikus yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor itu mengaku geram dengan mencuatnya kabar pungli di Teras Surken. Rusli mengatakan, Teras Surken seharusnya menjadi salah satu solusi dalam membangkitkan ekonomi, khususnya bagi para pelaku UMKM.

“Ini sangatlah ironis. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi. Saya jadi mempertanyakan fungsi Perumda PPJ (Pasar Pakuan Jaya) sebagai pengelola,” ungkap Rusli kepada awak media, Senin 22/2.

Masyarakat Kota Bogor akhir pekan lalu dibuat heboh dengan pengakuan salah seorang pedagang yang batal mengisi kios di kawasan sentra kuliner khas Bogor tersebut.

Pedagang soto mie itu gagal berjualan di Teras Surken lantaran diminta pungutan sebesar Rp60 juta oleh oknum yang mengaku sebagai perwakilan Perumda PPJ. Besaran pungli itu belum termasuk retribusi dan sejumlah tagihan-tagihan rutin lainnya semisal kebersihan, listrik dan sebagainya. Pengakuan pedagang soto mie tersebut rupanya diamini oleh pedagang lainnya yang saat ini telah menghuni Teras Surken.

Advertisement

“Saya berharap Saber Pungli segera turun tangan. Harus ada aksi tegas dengan segera menindak oknum-oknum itu,” tutur Rusli.

Teras Surken yang berada di Jalan Bata, Bogor Tengah, diresmikan Wali Kota Bogor Bima Arya pada 27 Agustus 2020 lalu. Pusat kuliner yang terdiri dari sekitar 38 kios ini merupakan titik relokasi para pedagang kuliner yang sebelumnya berjualan di trotoar Jalan Suryakencana.

Oleh karenanya, Wali Kota Bogor menitipkan mandat pembinaan kepada Dinas Koperasi dan UMKM. Sementara pengelolaan operasionalnya dipegang Perumda PPJ.

“Dalam hal ini Dinas Koperasi UMKM juga harus memberikan perhatian. Sebab seluruh pedagang di Teras Surken adalah binaannya. Dan dinas koperasilah yang menginventarisir pedagang-pedagang yang berhak berjualan di situ. Kalau koordinasinya berjalan baik, saya yakin tidak akan ada pungli semacam ini,” pungkas Rusli.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*