DPRD Kota Bogor Kecam Kenaikan Tarif BORR Sebesar 40 Persen

Pintu tol di Jalan tol Lingkar Luar Bogor atau BORR (dok. KM)
Pintu tol di Jalan tol Lingkar Luar Bogor atau BORR (dok. KM)

BOGOR (KM) – Terhitung hari ini, tarif Tol Bogor Ring Road (BORR) naik. Tingkat kenaikan tarif untuk semua golongan kendaraan mencapai 40 persen lebih. Hal ini menjadi sorotan Fraksi Golkar DPRD Kota Bogor.

“Tarif naiknya tinggi sekali. Seharusnya penyelenggara tol memiliki empati bahwa kita semua masih menjalani masa sulit,” tegas Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy, Sabtu 30/1.

Perlu diketahui, terhitung hari ini, tarif Tol BORR Segmen Sentul Selatan-Simpang Semplak untuk golongan I naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 14 ribu, golongan II dan III naik daei Rp 15 ribu menjadi Rp 21 ribu, sedangkan golongan IV dan V naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 28 ribu.
Seiring dengan itu, PT. Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku pengelola BORR resmi mengoperasikan ruas tol BORR seksi III A yakni Simpang Yasmin-Simpang Semplak. Tarif yang dikenakan bagi pengendara golongan I yang ingin melintasi segmen terbaru ini mencapai Rp 5 ribu. Sementara itu untuk golongan II dan III sebesar Rp 7.500 dan golongan IV serta golongan V Rp 10 ribu.

Memang, keberadaan tol BORR sejauh ini sukses dalam hal mengurai kemacetan Jalan Sholeh Iskandar. Namun, Rusli mengaku belum mengetahui kontribusi lainnya yang diberikan PT. MSJ kepada Pemda serta masyarakat.

“Untuk itu saya (Komisi II) akan segera mengundang PT. MSJ selaku pengelola tol BORR. Karena memang ada banyak hal yang ingin saya tanyakan,” katanya.

Advertisement

“Sikap ini juga merupakan respon atas sikap Pemkot Bogor yang diam saja tanpa ada upaya memberikan penjelasan,” tegas Rusli yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor itu.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT. Marga Sarana Jabar (MSJ) Dedi Krisnariawan Sunoto menyatakan, kenaikan tarif atau yang lebih tepatnya yang dia sebut penyesuaian tarif ini, sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No.08/KPTS/M/2021 tentang Penyesuaian Tarif Pada Jalan Tol BORR.
Dedi menjelaskan dengan beroperasinya Ruas BORR Seksi III A (Simpang Yasmin–Simpang Semplak) maka terdapat penambahan jalan tol operasi sepanjang 3,8 kilometer. Sebelumnya, panjang Tol BORR 7,5 kilometer dan dengan beroperasinya ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak menjadi 11,3 kilometer.

Penambahan jalan tol operasi ini menjadi dasar pemberlakuan tarif baru untuk Ruas BORR dengan mempertimbangkan jenis konstruksi Seksi IIIA Ruas Simpang Yasmin–Simpang Semplak.

Dedi menuturkan, ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak merupakan konstruksi layang. Sehingga, kata dia, memerlukan biaya konstruksi yang lebih tinggi yang nilainya sekitar empat hingga lima kali lipat dari konstruksi jalan yang berada di tanah.

“Pemberlakuan tarif baru Jalan Tol BORR ini juga memperhitungkan inflasi 2,5 tahun yaitu dari Juni 2018 hingga Desember 2020 sebesar 7,32 persen,” tutur Dedi.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*