Pengamat: “Sistem e-Katalog di Kabupaten Bekasi Rawan Kecurangan”

Lokasi pekerjaan betonisasi jalan di Perumahan Griya Asri 2 Jl. Muhidin RT 05/27, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan (dok. KM)
Lokasi pekerjaan betonisasi jalan di Perumahan Griya Asri 2 Jl. Muhidin RT 05/27, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan (dok. KM)

BEKASI (KM) – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi tahun 2020 ini sedang dalam uji coba sistem “e-katalog”. Adapun menurut surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Bekasi Eka Supria Atmajaya tentang e-katalog, ia meminta agar di setiap pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi “terlihat baik” dari segi kualitas dan kuantitas.

Dengan sistem e-katalog yang saat ini sedang berjalan, untuk pembelian bahan material beton, pihak Dinas langsung memesan kepada perusahaan distributor.

Uji coba e-katalog untuk perbaikan jalan diselenggarakan melalui Dinas Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, bidang Perumahan.

Kelemahan sistem e-katalog pun muncul ketika pihak jasa tenaga mengaku lepas tanggung jawab dari bahan material yang digunakan. Misalnya, ketika pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor tidak menggunakan agregat atau batu beskos dalam campuran betonnya.

Itulah yang terjadi pada proyek peningkatan jalan lingkungan yang dikerjakan oleh CV Citra Alam Semesta di Perumahan Griya Asri 2, Jalan Muhidin RT 05/27 Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Advertisement

Menurut pemerhati infrastruktur di Kabupaten Bekasi, Saut MN Nainggolan, sistem e-katalog “dijadikan senjata para pembrong untuk melakukan kecurangan.”

“Terjadinya kondisi di lapangan sering ditemukan tidak adanya item agregat/beskos waktu pelaksanaan pekerjaan, sedangkan di dalam harga satuan di RAB, item beskos sudah tercantum,” jelas Saut kepada kupasmerdeka.com Kamis 3/12.

“Kalau memang di setiap pekerjaan yang dikerjakan kontraktor tidak memakai item agregat saat melaksanakan proses kegiatan, saya menegaskan, Dinas harus lakukan pemotongan. Bila perlu jangan dibayarkan untuk item beskosnya, karena pihak kontraktor sudah melakukan kucurangan,” tegas Saut.

Reporter: Den
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*