Tahan Jenazah Bayi Berumur Seminggu dengan Alasan Suspek Covid-19, RSIA Hermina Kota Bogor Digedor Ormas BBRP

Pengurus ormas BBRP mendampingi warga menjemput jenazah anak bayinya yang sempat ditahan oleh RSIA Hermina Kota Bogor (dok. KM)
Pengurus ormas BBRP mendampingi warga menjemput jenazah anak bayinya yang sempat ditahan oleh RSIA Hermina Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Aduan warga terkait dugaan penahanan jenazah bayi yang di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Hermina, Kota Bogor, lantaran diklaim oleh pihak Rumah Sakit merupakan suspek covid-19, mendapat respon cepat segenap pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ormas Barisan Benteng Raya Pajajaran (BBRP).

“Setelah kami mendapatkan aduan adanya penahanan jenazah bayi yang tidak bisa diambil oleh pihak keluarga di RSIA Hermina Yasmin, segera kami respon untuk melakukan pendampingan,” ungkap Ketua Dewan Kehormatan BBRP Muhammad Hafiizh Ramanda Siregar yang akrab disapa Ki Wulung didampingi jajaran pengurus BBRP, Rabu 28/10.

“Bertemu dengan pihak RSIA Hermina, [dikatakan bahwa] pemusaraan/pemakaman jenazah harus dilakukan dengan protokoler covid-19, namun banyak sekali kejanggalan dari penjelasan pihak RSIA Hermina,” tambah Ki Wulung.

Ki Wulung menyampaikan, ternyata almarhum belum ada hasil swab rujukan suspek covid-19, dan klaim pihak RSIA hanya berlandaskan hasil rontgen. “Ya setelah dilakukan pendampingan terhadap keluarga pasien, akhirnya pihak RSIA Hermina mempersilakan jenazah pasien tersebut untuk dibawa pulang pihak keluarga,” lanjutnya.

Advertisement

Hal ini, lanjut Ki Wulung, sangat disayangkan mengingat pasien adalah rujukan dari RS Permata Jonggol, dan sudah ada hasil rapidnya yang non reaktif. “Usia almarhum baru seminggu, menurut kami tidak masuk akal kalau terindikasi covid-19, sedangkan ibunya negatif covid-19,” tambahnya.

“Kami mewakili masyarakat, karena BBRP adalah bagian dari masyarakat, mengimbau dan mengecam keras kepada pihak Rumah Sakit manapun agar kejadian ini tidak terulang lagi.”

“Kasihan masyarakat awam yang tidak mengerti apa-apa, Pandemi covid-19 adalah problem kita bersama, mari sinergi positif dalam menanganinya,” pungkas Ki Wulung.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*