Kantor Bupati Mabar Digeledah Tim Kejaksaan, Ratusan Dokumen dan Handphone Milik Bupati Disita

Tim Kejati NTT membawa dokumen yang disita dari kantor Bupati Manggara Barat, Senin 12/10/2020 (dok. KM)
Tim Kejati NTT membawa dokumen yang disita dari kantor Bupati Manggara Barat, Senin 12/10/2020 (dok. KM)

MANGGARAI BARAT, NTT (KM) – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat melakukan penggeledahan di beberapa ruangan kerja di Kantor Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Senin 12/10.

Menurut pantauan kupasmerdeka.com, sejumlah 6 orang anggota tim penyidik kejaksaan tiba di kantor Bupati Manggarai Barat sekira pukul 9.00 WITA dan langsung menggeledah ruangan kerja Asisten I, Asisten III, ruangan Bupati Mabar dan Kabag Pemerintahan.

Dalam proses penggeledahan ini, Tim Penyidik Kejari Manggarai Barat memeriksa seluruh dokumen di setiap ruangan kerja tesebut selama kurang lebih 10 jam.

Alhasil, hingga pukul 19.00 WITA, Tim Penyidik kejaksaan akhirnya dapat menyelesaikan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen-dokumen milik Kantor Bupati Kabupaten Manggarai Barat tersebut.

Kepala seksi (Kasi) Kejakasaan Negeri Labuan Bajo, I Putu Andi Sutadarma, kepada wartawan menyampaikan bahwa beberapa dokumen telah berhasil diamankan.

“Dokumen yang disita berjumlah 182 dokumen,” katanya.

Selain menyita ratusan dokumen, satu unit hand phone milik Bupati Manggarai Barat juga telah disita oleh tim penyidik kejaksaan beserta hand phone milik Kepala Tata Usaha Pemerintahan Kantor Bupati Mabar, Ambrosius Syukur.

Andi menyampaikan, seluruh dokumen yang disita merupakan domumen yang berkaitan dengan kasus dugaan penyimpangan kewenangan dan aset tanah milik Pemkab Mabar seluas 30 hektare yang berlokasi di Kerangga Toro Lema Batu Kalo, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, yang merugikan uang negara sebanyak kurang lebih Rp3 triliun.

Advertisement

Sementara itu, bersamaan dengan penggeledahan di kantor Bupati Mabar, tim penyidik kejaksaan juga telah melakukan penggeledahan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai Barat, namun tidak diketahui jumlah dokumen yang disita.

“Untuk yang di BPN kita belum tahu berapa jumlah dokumen yang di sita, karena kita bagi tugas,” ujarnya.

Sebelumnya, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi NTT telah memeriksa Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dulla, di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat pada Selasa, 29 September 2020 lalu.

Selain Bupati Dulla, sejumlah saksi yang ikut diperiksa dalam kasus tersebut juga yakni Kabag Tapem Ambrosius Syukur, mantan Sekda Manggarai Frans Paju Leok, Fungsionaris Adat Nggorang H. Ramang Ishaka, Mantan Sekda Rofinus Mbon, Laurensius Y. Ambo, Karolus Gopa, Kepala BPN Mabar Abel A. Mau dan Donatus Endo, seorang pensiunan PNS Kabupaten Manggarai.

Reporter: ayt
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*