CBA: “Sebaiknya KPK Juga Telusuri Harta Kekayaan Keluarga Rachmat Yasin”

Tersangka korupsi SKPD Kabupaten Bogor Rachmat Yasin (RY) (Dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
Tersangka korupsi SKPD Kabupaten Bogor Rachmat Yasin (RY) (Dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) – Center for Budget Analysis (CBA) mendukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut tuntas kasus dugaan tindak pidana korupsi mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin (RY).

Dalam kasus tersebut, diketahui RY diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sekitar Rp 8,93 miliar. KPK sudah menetapkan RY, mantan Bupati Bogor periode 2009-2014, sebagai tersangka dalam dua kasus, yakni dugaan pemotongan uang dan gratifikasi.

“Temuan dugaan pemotongan uang di SKPD Kabupaten Bogor sampai menyentuh angka Rp 8,9 miliar pada era kepemimpinan RY, ini menunjukkan ada tindakan yang sistematis dan mengakibatkan uang negara mengalir ke kantong-kantong elit,” ungkap Direktur CBA Jajang Nurjaman kepada KM, Senin 25/10.

Advertisement

“Ya kasus tersebut perlu ditelusuri sampai tuntas, karena ini jelas masuk kategori korupsi dan kolusi. KPK harus usut tuntas,” tambah Jajang.

Lebih lanjut Jajang mengatakan, temuan lainnya, dugaan gratifikasi berupa tanah 20 hektare di Jonggol dan mobil Toyota Vellfire semakin memperkuat praktik korupsi yang sistematis yang diduga melibatkan RY.

“Ada baiknya KPK juga menelusuri harta kekayaan RY dan keluarganya, karena diduga kuat aliran uang kotor masih banyak yang belum terungkap, dan perlu di bongkar setuntas-tuntasnya,” pungkas Jajang.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*