Aktivis: “Seharusnya Sekda Kota Bogor Terbuka Soal Pemanggilannya ke KPK”

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati (dok. Instragram @sofiahsyarifah)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati (dok. Instragram @sofiahsyarifah)

BOGOR (KM) – Lantaran enggan menanggapi pertanyaan perihal panggilan dirinya sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendalami kasus korupsi mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati menuai pandangan negatif dari elemen masyarakat.

Salah satunya dari Gerakan Perjuangan Masyarakat dan Mahasiswa (GERPAMMA). Keengganannya untuk menjelaskan terkait panggilan sebagai saksi oleh KPK dinilai tidak baik lantaran ditakutkan ada “hal yang disembunyikan oleh Syarifah dalam kesaksiannya di kasus Rahmat Yasin.”

“Ya seharusnya Sekda Kota Bogor baru ini terbuka kepada publik dengan panggilan dirinya ke KPK, jangan sampai masyarakat menduga-duga hal negatif kepadanya,” ungkap Ketua GERPAMMA Fatarizky kepada awak media, Jumat 9/10.

“Dengan kedudukannya sekarang sebagai Sekda Kota Bogor, banyak diharapkan masyarakat agar Kota Hujan ini menjadi lebih baik dalam segala hal,” tambah Fatarizky.

Fatarizky juga mengatakan, pemanggilan Syarifah itu sebagai saksi, dengan jabatan terdahulu sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor. “Jadi kenapa harus takut jika memang hanya panggilan saksi kalau tidak ada keterlibatan?” ucap Fata.

“Jadi jangan mengecewakan warga Kota Bogor, Syarifah harus terbuka dan menjelaskan apa adanya, terkait kesaksiannya dalam kasus mantan Bupati Bogor,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto membenarkan pemanggilan Sekda Kota Bogor oleh KPK. “Ya Sekda sudah lapor, tadi diminta menambahkan keterangan yang diperlukan oleh KPK terkait kasus yang sedang didalami oleh KPK di Kabupaten Bogor,” ungkap Bima melalui pesan WhatsApp kepada KM, kemarin.

Advertisement

“Tidak lama tadi di KPK, karena hanya menambahkan sedikit keterangan,” tambah Bima.

Ditanya langsung ada pendampingan hukum dari Pemkot Bogor, Bima mengatakan tidak ada.

“Tidak ada,” jawab Bima singkat.

Sementara Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati beberapa kali dihubungi awak media belum menanggapi konfirmasi.

Menurut informasi yang dihimpun KM, selain Syarifah, empat saksi lain juga dipanggil KPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor yakni mantan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor Zairin, Kasubbag Keuangan Dinas Perikanan dan Peternakan Rida Tresnadewi, Kabid Tata Bangunan pada DTBP Atis Tardiana, dan Sekretaris Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman, Andi Sudirman. Mereka dipanggil sebagai saksi dalam kasus mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin yang diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sebesar Rp8,93 miliar. Rachmat Yasin diketahui telah mengembalikan uang sebesar Rp8,9 miliar ke KPK pada Kamis 13 Agustus 2020.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*