Marak, Aksi Pungli Terhadap Truk yang Melintas dari Tangerang ke Bogor oleh Oknum Warga, Sopir “Dipalak” Hingga Rp100 ribu

Oknum warga perbatasan Tangerang diduga melakukan pungli terhadap sopir truk yang melintas di Jalan Raya Provinsi Bogor-Tangerang, Kamis siang 22/10/2020 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
Oknum warga perbatasan Tangerang diduga melakukan pungli terhadap sopir truk yang melintas di Jalan Raya Provinsi Bogor-Tangerang, Kamis siang 22/10/2020 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

TANGERANG (KM) – Peraturan Bupati Tangerang Nomor 47 tahun 2018 Tentang Pembatasan Jam Operasional Untuk Kendaraan Bertonase Berat menetapkan bahwa kendaraan bertonase besar boleh belintasi jalan Banten antara pukul 22.00 hingga pukul 05.00 pagi. Namun, peraturan ini masih dilanggar, bahkan hingga memakan korban.

Menurut laporan warga, pekan lalu, seorang pedagang somay yang hendak menyebrang diseruduk truk roda 6. Korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis.

Selain itu, ada juga yang hendak mememanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi dengan memungut uang dari truk yang melintas. Tidak tanggung-tanggung, uang yang diminta kepada supir sebesar Rp70.000-Rp100.000 untuk satu mobil tronton.

Kejadian ini berawal dari penangkapan dua sopir di daerah Parungpanjang, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 12:30 WIB siang kemarin 21/10. Kedua kendaraan ini masih melintas di depan kantor Kecamatan Parungpanjang, lantas Satpol PP Parungpanjang pun geram dan memerintahkan agar memutar balik kendaraan kosong tersebut untuk kembali ke Tangerang.

Saat dimintai keterangan, kedua sopur ini mengaku telah memberikan uang sebesar Rp70.000 kepada “pemuda” di Malang Nengah, Tangerang, saat mobil berada di parkiran.

“Saya mengerti sudah ada jam tayang, dan saya baru perdana lewat masuk Parungpanjang di siang hari, dan saat di parkiran Malang Nengah Tangerang ada pemuda yang memintai kalau mau masuk ke Parungpanjang Bogor harus bayar Rp70.000-Rp100.000, dan saya kasihlah Rp70.000 dan saat di depan Kecamatan Parungpanjang diberhentikan,” tandas Aris, salah satu sopir yang dicegat itu.

Saat diwawancarai oleh wartawan kupasmerdeka.com, Kasi Tantri Satpol PP Parungpanjang Dadang Hengky menegaskan bahwa pihaknya telah menangkap 20-30 kendaraan. “Setelah sopir saya periksa dikonfirmasi disini, benar keterkaitan pemberian uang, permintaan uang, di perbatasan sekitar 70-100 ribu yang dilakukan oleh masyarakat, bahkan, supir memanfaatkan situasi saat jam istrahat agar tidak kecolongan,” terang Dadang.

Advertisement

Dadang menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk bertindak tegas.

“Kita akan koordinasi dengan Dishub Kepolisian untuk idealnya melakukan operasi gabungan, jadi kita pihak dari kecamatan siap membantu untuk melakukan operasi gabungan, karena harus bertindak tegas, kalau tidak ditegakkan sekarang akan berlanjut seperti ini, jadi kita tetap akan melakukan operasi gabungan,” tambahnya.

Saat ditelusuri oleh KM, ditemukan bahwa aksi pungutan liar itu memang benar adanya. Terekam transaksi gelap antara seorang sopir dengan oknum di perbatasan Tangerang.

“Disamping aja bayarnya, kalau di jalan takut ada yang moto (wartawan),” ujar UM, salah satu oknum warga yang memungut uang dari sopir.

Temuan ini membuat ketua KNPI Parungpanjang Abdul Hakim geram, dan mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan menghubungi dan bertemu dengan Bupati Tangerang Achmad Zaki Iskandar untuk memberikan draft usulan untuk perubahan Perbup Tangerang Nomor 47 tahun 2018 tentang pembatasan jam operasional kendaraan bertonase berat.

“Saya geram dengan kejadian ini yang terus terjadi bahkan terulang terus menerus, saya berjanji dalam waktu dekat akan menghubungi dan bertemu dengan Bupati Tangerang Achmas Zaki Iskandar, untuk melakukan somasi atau memberikan draft usulan perubahan Perbup Tangerang Nomor 47 tahun 2018,” ujar Abdul.

Ia juga mendesak  Kapolsek Legok Kabupaten Tangerang AKP Dicky Dwi Priambudi untuk “menindak tegas para pelaku pungli ini sesuai hukum yang berlaku.”

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

1 Comment

  1. Tindak tegas yg melanggar aturan lalu libtas

Leave a comment

Your email address will not be published.


*