Warga dan Kolektor PBB Desa Karangwangi Binong Keluhkan SISMIOP yang tidak Tuntas Sejak 2018

Sekdes, Kolektor PBB dan Staf Desa Karangwangi, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang (dok. KM)
Sekdes, Kolektor PBB dan Staf Desa Karangwangi, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang (dok. KM)

SUBANG (KM) – Sejumlah warga dan kolektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Karangwangi, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, mengeluhkan program pendataan ulang ukuran tanah masyarakat atau Sistem Manajemen Informasi Objek Pajak (SISMIOP) yang sudah dimulai pada tahun 2018 lalu namun masih belum rampung juga hingga saat ini.

Menurut H. Darsim, kolektor PBB Desa Karangwangi, program SISMIOP “banyak kejanggalan dan merugikan”, dan terkesan membebankan masyarakat dan kolektor PBB.

“Program Sismiop pada tahun 2018 lalu menjadikan masalah dan sampai sekarang tahun 2020 belum selesai,” ujar Darsim.

Kata Darsim, persoalannya muncul ketika dari jumlah wajib pajak 2.500 bidang, sekitar 500 bidang tanah bermasalah yaitu adanya 2 Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB, dengan nama yang sama, nomor register berbeda dan jumlah uang yang berbeda. Juga permasalahan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang naik tajam, bahkan ada kenaikan yang mencapai lebih dari 100%.

Advertisement

Pada tahun 2019 lalu masalah ini sudah dikonsultasikan dengan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Subang Dadang Kurnia Nurdin, namun belum ada titik temu, dan ia mengatakan bahwa jumlah tagihan dan persoalan lainnya merupakan tanggung jawab kolektor (pemdes).

“Lebih jauhnya, jika tidak percaya pihak Bapenda Subang, turunlah ke lokasi, karena semua yang kami laporkan itu benar adanya,” ujar Darsim.

Adapun menurut Sekdes Desa Karangwangi, Ucok, permasalahan ini menyebabkan target pendapatan pajak Desa Karangwangi menjadi naik, sementara ada nama namun tidak ada obyeknya. “Siapa yang harus bayar? Dan inilah beban kolektor, belum permasalahan yang lainnya,” katanya.

“Maka, pada tahun 2020 ini, permasalahan SPPT PBB di Desa Karangwangi harus tuntas,” tegas Sekdes.

“Permasalahan ini yang saya tahu banyak di desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Binong,” pungkasnya.

Reporter: Lily Sumarli, Udin Samsudin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*