Nasib Bu Mar, Sudah Kerja Puluhan Tahun di RSUD Tengku Mansyur, dapat Pelayanan Buruk Saat Jadi Pasien

Ibu Mar, warga yang menjerit kesakitan akibat tidak ada pelayanan RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai (dok. KM)
Ibu Mar, warga yang menjerit kesakitan akibat tidak ada pelayanan RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Ibu Mar (46) sudah bekerja puluhan tahun di RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai sebagai tenaga honorer hingga diangkat jadi pegawai negeri sipil. Namun, ketika ia menjadi pasien di RS tersebut dengan keluhan sakit kepala yang tidak tertahankan, ia malah mendapat pelayanan yang amat buruk.

Mirisnya, penyakit yang ia alami sudah sering kambuh, menurut riwayat medisnya. Namun, perawat RS memaksakan agar dia diisolasi layaknya pasien covid-19.

Saat KM mempertanyakan perlakuan ini kepada perawat, salah seorang perawat mengakui bahwa pasien telah di-rapid test dan hasilnya negatif.

Suami pasien, Irwansyah (40) mengatakan kepada awak media bahwa istrinya di bawa ke RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai pada pukul 18.30 WIB kemarin 10/9. Sampai dengan pukul 23.30 WIB, ia tidak mendapatkan pelayanan yang sesuai.

“Istri saya sudah saya antar kemari dari pukul 18.30 WIB karena pingsan di rumah menahan sakit kepalanya tapi sampai pukul 23.30 WIB belum ditangani dengan intensif dan dipaksa masuk ke ruang isolasi karena tidak ada ruang inap yang kosong,” jelasnya dengan sedih sampai berurai air mata.

Advertisement

Mendengar kejadian ini, Kepala Biro Kupas Merdeka Kota Tanjungbalai, Hanif, memasuki ruang IGD dan melihat langsung wanita paruh baya itu menjerit kesakitan dan meminta tolong untuk dirawat dengan baik.

“Andai saya keluarga pejabat pasti kalian merawat saya dengan baik, kalian memaksa saya untuk isolasi, saya hanya sakit kepala, saya tidak demam, tidak batuk, tega kalian sama saya,” jeritnya.

Hanif mempertanyakan keberadaan dokter jaga dan kenapa pasien tidak diberi ruang inap. Salah seorang perawat yang menyembunyikan identitasnya mengatakan bahwa dokter jaga tidak hadir pada malam itu. Perawat tersebut enggan memberikan identitas dokter jaga pada malam itu.

Dengan terburu-buru, beberapa perawat memberikan perawatan intensif dan sebagian perawat mencari ruang inap yang kosong hingga akhirnya Mar dimasukkan ke ruang inap kelas II.

Wartawan mencoba mengkonfirmasi kepada Direktur RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai via WhatsApp perihal pelayanan perawat di RSUD Tengku Mansyur dan ketidakhadiran dokter jaga, namun hingga berita ini ditayangkan, ia belum memberi tanggapan.

Reporter: Rizky
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*