Lika Liku Sang “Raja Langit”, Legenda Layang-Layang Bogor

Romli alias Ombi, pembuat layang-layang yang disebut
Romli alias Ombi, pembuat layang-layang yang disebut "Raja Langit" (dok. KM)

BOGOR (KM) – Romli alias Ombi, warga Bantarjati Atas, Cereme Ujung, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, membuat layang-layang dengan tangannya sejak tahun 1980. Sosok Romli di dunia pecinta layang-layang sudah menjadi legenda.

Perjuangan membesarkan namanya sebagai pembuat layang-layang melewati banyak lika liku, mendatangi beberapa kampung demi kampung dan bertanding, sambil menjajakan layang-layang dan benang gelasan.

“Saya datangi satu kampung ke kampung yang lain, siapa di situ jagoan main layang-layang saya tumbangkan, dan saya sambil bawa layang-layang untuk dijual juga, ” kata Romli, kepada wartawan.

Romli mengaku sudah selama hampir 40 tahun membuat layangan, sehingga menjadi legenda bagi warga Bogor. Keahliannya dikenal dalam dunia adu layangan. “Dari dulu saya dikenalnya menjadi raja langit, karena, setiap saya menerbangkan layang-layang, selalu menang, bahkan, saya selalu datang ke kampung orang untuk mengalahkan jagoannya,” ujar dia.

Dalam satu hari, kata dia, ia mampu membuat 50 layang-layang dengan beberapa ukuran, yang dibuat dengan cara manual. “Satu layangan saja saya menghabiskan waktu hanya 1 menit hingga 2 menit, dan harganya jiga relatif, untuk layang-layang hanya 2.000 rupiah, sedangkan untuk benang gelasan dari 2.000 rupiah hingga ratusan ribu rupiah,” jelas dia.

Advertisement

Pada musim kemarau atau musim layang-layang, memang omzet bisa berubah, bahkan, ada juga yang memesan dengan jumlah banyak, dan dulu ia pernah membuat layang-layang untuk dikirim ke Belanda.

“Barang yang dibuat memang macam-macam corak dan pesanan juga hingga ke Negara Belanda, ” ucap dia.

“Raja Langit” ini memang sangat konsisten di bidang pembuatan layang-layang, apalagi ini musim adu layangan untuk wilayah Kota Hujan.

“Walaupun musim tidak musim, saya tetap jualan, bisa bangun rumah dan barang dari hasil pembuatan layang, jadi saya setiap hari memang jual layang juga, saya juga berharap, mainan murah meriah, tetap dijaga terus oleh masyarakat,” pungkas dia.

Reporter: Rajiv
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*