100 Dokter Gugur Karena Corona, Pengamat: “Presiden dan Menkes Jangan Berpikir Remeh-Temeh Lagi”

Direktur Eksekutif Voxpol Center for Research and Consulting
Direktur Eksekutif Voxpol Center for Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tengah berduka karena sebanyak 100 dokter di tanah air meninggal dunia saat menangani pasien virus corona baru atau penyakit covid-19.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan kalau hal ini menyebabkan sebuah keprihatinan dan duka yang mendalam dari banyak pihak di seluruh penjuru Indonesia.

Melalui cuitan akun Twitter pribadinya, Pangi meminta Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto segera melakukan sesuatu untuk melindungi para tenaga medis.

“Tolonglah Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan, dokter ini di garis terdepan. Sudah 100 orang dokter meninggal, lakukanlah sesuatu yang luar biasa,” kata Pangi, Selasa siang 1/9.

Direktur Eksekutif Voxpol Center for Research and Consulting itu, mengatakan kalau kondisi tersebut seharusnya membuat Pemerintah yaitu Presiden dan Menkes untuk tidak lagi anggap remeh dan meminta untuk berhenti tidur nyenyak.

Advertisement

“Jangan berpikir remeh-temeh, bahkan berhenti anda tidur nyenyak. Gunakan pikiran anda, selamatkan dan jangan tunggu,” ujarnya.

Sebelumnya, dikutip dari akun Instagram PB IDI, Ketua Umum PB IDI Daeng Muhammad Faqih memohon doa agar para dokter yang meninggal tersebut mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Mari kita doakan agar kawan-kawan kita yang gugur mendapat tempat yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa, keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta perjuangannya mengilhami dan menjadi teladan bagi kita semua agar tetap komitmen menjalankan pengabdian kepada kemanusiaan,” ungkap Daeng.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*