Pengacara Eks Sekdis DPKPP Bogor Anggap Dakwaan JPU Tidak Jelas dan Mengada-ada

Sidang Kasus OTT Sekdis DPKPP Kabupaten Bogor IR Di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin 10/8/2020 (dok. KM)
Sidang Kasus OTT Sekdis DPKPP Kabupaten Bogor IR Di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin 10/8/2020 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor menyatakan pembacaan tuntutan pihaknya kepada mantan Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor berinisal IR dalam kasus dugaan gratifikasi “sudah jelas dan cukup lengkap”. Bahkan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) kelas I A Cibinong, keputusan majelis hakim ialah menolak sidang tersebut karena perkara dasarnya sudah disidangkan.

Menanggapi hal tersebut, penasehat hukum IR, Dinalara Butar Butar mengatakan, nota keberatan (eksepsi) sudah menjadi hal yang wajib bagi pihaknya selaku pendamping hukum IR. “Tentunya eksepsi kami dengan fakta-fakta hukum kejadian, baik yang tersirat maupun yang tersurat,” ungkap Dina kepada awak media, Selasa 11/8.

“Ya kami sudah menyampaikan kesimpulan peristiwa yang menunjukkan bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap, karena hal ini tidak di uraikan dalam surat dakwaan, sehingga berakibat dakwaan JPU kabur/tidak jelas/obscuur libel,” tambah Dina.

“Yang berakibat dakwaan JPU batal demi hukum yang tertuang dalam nota keberatan pada halaman 47 hingga 49 angka V,” lanjutnya.

Dina juga mengatakan, mengenai pernyataan sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) kelas I A Cibinong, keputusan majelis hakim untuk menolak sidang tersebut itu “salah besar.”

Advertisement

“Gugatan kami digugurkan artinya adalah pokok perkara yang dipraperadilankan oleh pemohon praperadilan tidak diperiksa atau tidak dipertimbangkan mengingat perkara sudah dilimpahkan ke tipikor,” kata Dina.

“Kalo ditolak adalah bila apa yang digugat dipraperadilan itu tidak dapat dibuktikan dalil gugatan praperadilannya, artinya gugatannya sudah diperiksa, masuk ke dalam pokok materi,” jelas Dina.

“Dari sini saja kita dapat menilai, patut diduga ada yang janggal dengan dakwaan dari JPU. Apalagi persidangan kemarin, sebenarnya adalah kesempatan JPU untuk menjelaskan kepada hakim melalui tanggapannya atas eksepsi penasehat hukum,” lanjutnya.

“Terkait unsur-unsur pasal yang didakwakan oleh JPU kepada terdakwa, ternyata hasil yang kita dengarkan, menurut kami tanggapan JPU adalah standar dengan menyatakan dakwaan sudah lengkap, cermat dan jelas, tanpa menjelaskan di mana lengkapnya, jelasnya dan cermatnya dakwaan JPU itu.”

“Kami tentu berharap hakim dapat menilai dengan sebenar-benarnya dari fakta hukum kasus ini,” pungkas Dina.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*