Keributan di HKBP Cibinong Terkait Anggaran dan Kepanitiaan Pembangunan Gereja

Gereja HKBP Cibinong (dok. KM)
Gereja HKBP Cibinong (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sebagian besar Jamaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Cibinong, Kabupaten Bogor, tetap mendukung dan mempertahankan Pendeta Gideon Saragih untuk memimpin kelanjutan pembangunan Gereja HKBP Cibinong. Hal tersebut disampaikan Situa/Majelis HKBP Cibinong, Toga Jaya Siahaan.

“Hampir semua Jeumaat HKBP Cibinong tetap menginginkan dan mempertahankan Pendeta Gideon Saragih untuk tetap memimpin pembangunan Gereja HKBP ini. Kita semua sependapat bahwa Pendeta Gideon dapat menampung aspirasi semua Jemaat HKBP Cibinong, dalam proses pembangunan ini,” ungkap Toga kepada awak media, Selasa 18/8.

“Sosok Pendeta Gideon Saragih dapat menjadi pemersatu hati dan pikiran semua jemaat, sehingga bersepakat menyatukan daya untuk membangun Gereja HKBP Cibinong,” tambah Toga.

Toga menuturkan, adanya permasalahan dalam pembangunan Gereja HKBP Cibinong ini berawal dari masa awal pembangunan pada tahun 2016 lalu, di mana adanya panitia pembangunan Gereja yang memproses Izin Mendirikan Bangunan (IMB), yang sudah mengeluarkan dana sebesar Rp400 juta.

“Hingga pada sekitar akhir Desember 2017 IMB sudah keluar dengan mengeluarkan biaya sekitar Rp900 jutaan,” tutur Toga.

Masih kata Toga, proses IMB ini saja sudah mulai memancing gejolak dari jemaat kepada panitia pembangunan. “Lalu dengan rancangan anggaran pembangunan dari panitia pembangunan dengan nilai sekitar Rp20.8 miliar dan rencana akan ditenderkan,” jelasnya.

Advertisement

“Berjalannya waktu dengan segala masukan para jemaat, maka Pendeta Saragih membuka agenda sekitar 8 Januari 2018, urut rembuk, ikut pula perwakilan panitia pembangunan dari majelis HKBP, untuk mencari alternatif hitungan rencana pembangunan,” kata Toga.

“Maka didapatlah kesepakatan dengan adanya hitungan rencana anggaran dengan nilai sekitar Rp12 miliar yang bersumber dari warga jemaat. Dan nilai itu anggaran tersebut dibawa dalam rapat Huria, yang merupakan wadah tertinggi yang memutuskan kebijakan di Gereja ini,” lanjut Toga.

Lebih lanjut Toga mengatakan, jemaat lebih mendukung dengan nilai anggaran sekitar Rp12 miliar, dan nilai ini “sangat menyentuh” para jemaat.

“Maka dalam forum resmi tiba-tiba ketua panitia pembangunan membubarkan diri. Dari sinilah muncul gejolak adanya perbedaan dalam proses pembangunan Gereja HKBP Cibinong, hingga klimaksnya kemarin ini ada insiden yang menjadi keributan. Ada rumor dan dugaan itu [disebabkan] oleh para panitia pembangunan yang lalu.”

“Intinya sekarang ini sebagian besar Jemaat HKBP Cibinong tetap menginginkan dan mempertahankan Pendeta Gideon Saragih untuk memimpin pembangunan Gereja HKBP Cibinong hingga selesai,” pungkas Toga.

Sebelumnya, terjadi kisruh di Gereja HKBP Cibinong yang diduga karena permasalahan internal pada Minggu 16 Agustus 2020 kemarin.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*