PPDI Kota Bogor: “Ijazah Jadi Syarat Tersulit Bagi Penyandang Disabilitas”

Pengurus DPC PPDI Kota Bogor (dok. KM)
Pengurus DPC PPDI Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk bekerja sesuai kapasitas dan kemampuan, baik di perusahaan swasta maupun pemerintahan. Namun, ijazah menjadi permasalahan saat ini bagi sebagian banyak difabel. Hal tersebut diungkapkan Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) DPC Kota Bogor, Hasan Basri.

“Sekarang ini ada beberapa anggota PPDI Kota Bogor yang dapat bekerja di perusahaan, namun untuk masuk bekerja di perusahaan ada kendala syarat yang sulit, yaitu ijazah,” ungkap Hasan saat dijumpai KM, Senin 6/7.

“Bahkan saya berharap penyandang disabilitas dapat bekerja di pemerintahan yang sesuai dengan kemampuan,” tambah Hasan.

Hasan menuturkan bahwa PPDI Kota Bogor, dengan jumlah anggota sekitar 800 orang, “sangat mengharapkan peran serta pemerintah daerah, di mana Pemkot Bogor harus fokus untuk memberikan perhatian kepada kami.”

Advertisement

“Banyak kelebihan dari penyandang disabilitas ini, dibalik kekurangan mereka terutama dalam keproduktifan, keterampilan, karya-karya yang dihasilkan, dan yang lebih penting dalam diri mereka semangat yang tidak pernah luntur,” tutur Hasan.

Soal ijazah, lanjut Hasan, pihaknya secara swadaya juga ikut dalam program paket, agar nanti disabilitas dapat ijazah setara minimal SMA.

“Ya dengan ikut program paket, agar kedepan kami memiliki ijazah,” ujar Hasan.

Masih kata Hasan, selama ini para disabilitas bertahan dengan berbagai karya sendiri, tanpa ada donasi rutin yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Harapan kami, Pemkot Bogor fokus dan konsisten dalam memperhatikan kami para disabilitas, karena kami juga warga dan manusia,” pungkas Hasan.

Reporter: Rajiv
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*